Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ahmad Khozinudin Pertanyakan Asal Usul Mobil Listrik Milik Eggi Sudjana, 'Benar Rezeki Halal atau Pendapatan dari Solo?'

        Ahmad Khozinudin Pertanyakan Asal Usul Mobil Listrik Milik Eggi Sudjana, 'Benar Rezeki Halal atau Pendapatan dari Solo?' Kredit Foto: Youtube Channel Ahmad Khozinudin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengacara Ahmad Khozinudin menjelaskan bahwa mungkin banyak kalangan masih bingung mengapa Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis dan Rismon Hasiholan Sianipar terus menyerang pihak yang terus tanpa lelah membongkar kasus ijazah palsu Jokowi, meskipun sudah mendapatkan SP-3.

        "Bukankah Eggi Sudjana (ES) sudah merasa menang, dapat SP-3 tanpa perlu meminta maaf dan mengakui ijazah Jokowi asli?. Bukankah, Damai Hari Lubis (DHL) sudah tak mau lagi dikaitkan dengan isu ijazah Jokowi setelah dapat SP-3? Bukankah, Rismon H Sianipar (RHS) sudah dapat tidur nyenyak pasca mendapatkan pengampunan dari Jokowi, hadiah SP-3 dan parcel dari Gibran?," kata Khozinudin menyindir seperti keterangan yang diunggah di akun media sosialnya.

        Menurutnya, ia yakin Eggi, Damai Lubis dan Rismon belum sepenuhnya lega, sebelum kasus ini dihentikan total. Pasalnya, ketiganya disinyalir masih menyimpan ketakutan hadir di persidangan seperti juga yang tengah dialami Jokowi.

        "Meski sudah dapat SP-3, dalam persidangan ES, DHL & RHS tetap wajib menghadiri persidangan untuk diambil keterangannya sebagai saksi," pungkasnya.

        Ia menambahkan beberapa hal yang ditakutkan oleh ES, adalah sejumlah pertanyaan di persidangan yang harus dia jawab, seperti:

        "Kenapa ES mengambil keputusan pergi ke Solo tanpa bermusyawarah dengan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), seperti berdiskusi dulu dengan Kurnia Tri Royani, Azam Khan, Rustam Efendi & Rizal Fadillah? Apakah, keputusan ke Solo adalah keputusan pribadi atau ada pihak lain yang memberikan restu ES sowan ke Solo?," tanya Khozinudin.

        "Apakah, ES benar-benar mengalami sakit kanker stadium 5 atau hanya rekayasa? Apakah, saat ke Inggris itu strategi kabur atau murni ingin kunjungi anaknya? Apakah, mobil yang dipamerkan saat di Malaysia, mobil keponakan ES atau mobil ES sendiri? Apakah, saat ES pamer mobil listrik sepulang dari Malaysia, benar-benar rezeki halal atau pendapatan dari Solo?," jelasnya.

        Sementara itu, terhadap Damai Hari Lubis, lanjut Khozinudin akan ada sejumlah pertanyaan di persidangan yang harus dia jawab. Seperti :

        "Mengapa DHL mengikuti jejak ES ke Solo? Apakah, keputusan ES dan DHL ke Solo adalah keputusan pribadi atau ada pihak lain yang memberikan restu ke Solo? Mengapa tetap pergi ke Solo, padahal dalam buku putih KM 50 disimpulkan Jokowi terlibat. Bukankah, pergi atau memberi restu, termasuk ikut ke Solo, sama saja memakan daging dan meminum darah para syuhada KM 50?," sindirnya tegas.

        Sementara itu, untuk Rismo ia yang agak berbau teori konsipasi.

        "Yang pertama kali ditanyakan adalah apakah benar ini Rismon? Karena, ada keterangan kematian yang menyatakan Rismon sudah meninggal dan info itu sampai di Jepang. Apakah, gelar doktor dan S2 RHS di Universitas Yamaguchi Jepang palsu?

        "Lalu, bagaimana isu buku Gibran End Game? Apakah, Gibran sekarang punya ijazah SMA? Kemana duit hasil penjualan buku Jokowi's White Paper. Buku ini ditulis oleh Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa), lalu juga buku Gibran End Game? Selain dapat SP-3 dari Jokowi dan parcel dari Gibran, apakah RHS dapat hadiah yang lain? Dapat uang dari Solo, misalnya?," pungkasnya.

        "Pertanyaan itu, bisa saja disampaikan oleh Bu Kurnia, Bang Rustam atau Bang Rizal. Bisa juga oleh kami selaku tim penasehat hukum. Pastilah ES, DHL & RHS kebingungan untuk menjawab, walau ada dan punya jawaban. Belum lagi, saat sidang akan disaksikan oleh kemarahan para tokoh dan aktivis yang selama merasa diitipu dan dikhianati. Pastinya mereka bertiga ini, akan mendapatkan sorotan mata tajam dari hadirin di persidanga," tuntasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: