Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertagas Sebut Cisem II Perkuat Pasokan Gas Jawa Barat

        Pertagas Sebut Cisem II Perkuat Pasokan Gas Jawa Barat Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Gas (Pertagas) menyebut Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II memperkuat pasokan gas di Jawa Barat melalui integrasi jaringan transmisi gas nasional. Infrastruktur tersebut dinilai membuka peluang penyaluran gas dari wilayah yang memiliki surplus pasokan menuju daerah yang mengalami kekurangan gas.

        Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan jaringan pipa Cisem kini telah terhubung dan terintegrasi dengan sistem transmisi gas nasional.

        "Nah pipanya sendiri sekarang sudah terhubung semua dan sudah terintegrasi, jadi kita bisa sampaikan bahwa memang secara infrastruktur pipa transmisi gas bumi ini sudah terkoneksi mulai dari Sumatera bagian tengah sampai dengan sekarang menuju ke Jawa bagian timur," kata Sulthani saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegalgede, Cikarang, Rabu (9/7/2026).

        Meski demikian, Sulthani menegaskan Pertagas hanya berperan sebagai operator jaringan transmisi sehingga penyaluran gas tetap bergantung pada ketersediaan pasokan dan alokasi dari pemilik gas.

        "Prinsipnya kami dari Pertagas memang selaku operator dan juga yang mengelola dari pipa tersebut kita sudah siap bilamana nanti ada gas yang akan dialirkan ataupun juga dari offtaker yang memang siap menyambut dari pasokan tersebut," ujarnya.

        Sementara itu, Head of District Tegalgede Pertamina Gas, Fari Akhdiar Rachmad, mengatakan integrasi jaringan melalui Cisem II memungkinkan pengalihan gas dari wilayah yang memiliki surplus pasokan ke daerah yang mengalami kekurangan.

        "Kalau Cisem ini sudah nyambung ya, jadi semua terintegrasi. Tinggal nanti gas yang berlebih dari Jawa Timur bisa dialihkan ke Jawa Barat dan pada akhirnya kebutuhan yang shortage demandnya bisa dicukupi dengan hal itu," kata Fari.

        Ia menambahkan, Cisem II memiliki kapasitas desain sekitar 70 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) yang dapat dimanfaatkan oleh para shipper sesuai alokasi yang ditetapkan.

        Sebagai informasi, Cisem Tahap II merupakan proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (KHT) sepanjang sekitar 245 kilometer yang menjadi kelanjutan Cisem Tahap I ruas Semarang-Batang. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dibangun pemerintah untuk mengintegrasikan jaringan transmisi gas bumi di Pulau Jawa.

        Baca Juga: Pertagas dan LEMIGAS Optimalkan Cisem II untuk Perkuat Pasokan Gas Nasional

        Baca Juga: Pemerintah Andalkan Jaringan Pipa untuk Program CNG, Pertagas Siap Ambil Peran

        Pemerintah mengoperasikan penuh Cisem Tahap II pada Juni 2026 setelah sebelumnya melakukan pengaliran gas perdana (gas in) pada Maret 2026. Dengan beroperasinya ruas tersebut, jaringan pipa gas bumi kini tersambung dari Sumatera melalui pipa South Sumatra-West Java (SSWJ), terhubung dengan Cisem, hingga menjangkau Jawa Timur.

        Integrasi jaringan tersebut diharapkan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas antardaerah. Melalui jaringan ini, pasokan gas dari wilayah yang memiliki surplus dapat dialirkan ke daerah yang mengalami defisit pasokan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri, pembangkit listrik, kilang, hingga industri pupuk di Jawa Barat.

        Dalam proyek tersebut, Pertamina Gas ditunjuk sebagai operator jaringan transmisi. Sementara itu, aliran gas yang melewati Cisem tetap bergantung pada ketersediaan pasokan dari produsen gas, alokasi pemerintah, serta kontrak pengangkutan yang dilakukan para shipper.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: