Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Menguat 0,50% ke Level 5.942, Mayoritas Saham Bergerak di Zona Hijau

        IHSG Dibuka Menguat 0,50% ke Level 5.942, Mayoritas Saham Bergerak di Zona Hijau Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (10/7) di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 29,615 poin atau 0,50% ke level 5.942,058.

        Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.936,037 dan langsung bergerak menguat hingga menyentuh level tertinggi 5.946,673. Sementara itu, level terendah tercatat di 5.932,534.

        Sentimen positif juga tercermin dari dominasi saham yang menguat. Sebanyak 296 saham berada di zona hijau, sementara 84 saham melemah dan 242 saham bergerak stagnan.

        Aktivitas perdagangan pada pembukaan pasar cukup ramai. Volume transaksi mencapai 392,935 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp280,593 miliar dari 157.338 kali frekuensi perdagangan. 

        Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.404,412 triliun.

        Senior Technical Analyst, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG mulai mengumpulkan kekuatannya dari FR50% support. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, volume mulai mengalami penguatan, namun RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

        Nafan menyebut setelah market dikejutkan oleh rilis sentimen negatif dari S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang menempatkan Indonesia dalam daftar pantau potensi downgrade ke frontier market pada 2027 akibat isu transparansi dan likuiditas, pergerakan IHSG pada penutupan pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang bullish consolidation dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

        Adapun sentimen geopolitik mulai mereda di mana Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan bahwa konflik tidak akan berkembang menjadi perang yang lebih luas, sehingga mendorong para pelaku investor kembali masuk ke aset berisiko. 

        Baca Juga: IHSG Menguat Tipis 0,21% pada Sesi I, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.309 Triliun

        Baca Juga: IHSG Dibuka Merah ke Level 5.842, Terbebani Sentimen Watchlist S&P Dow Jones

        Harga  minyak dunia mulai terkoreksi sehingga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi gangguan pasokan energi global, maka hal ini memberikan sentimen positif bagi stock market. Harapan de-eskalasi konflik AS-Iran ini bahkan sukses menurunkan indeks volatilitas global (VIX Index) sebesar 6,27% menjadi 15,84. 

        Dengan demikian, harapan ini berpotensi menekan permintaan terhadap aset safe haven dan mendukung aliran dana kembali ke aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia. 

        Di sisi lain, sentimen risk-on yang perlahan kembali ke pasar finansial regional diharapkan menahan keperkasaan Indeks Dolar AS (DXY) untuk tidak melaju lebih tinggi, sehingga bisa menahan pelemahan Rupiah yang sempat berada -0,64% pada level Rp18.128 per USD.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: