Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Sebut Pembicaraan dengan Iran Digelar Hari Ini, Pilih Jalur Diplomasi usai Batalkan Serangan

Trump Sebut Pembicaraan dengan Iran Digelar Hari Ini, Pilih Jalur Diplomasi usai Batalkan Serangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan pembicaraan dengan Iran akan berlangsung pada Senin (3/8/2026). Namun, ia menegaskan tidak akan menetapkan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan setelah sebelumnya membatalkan rencana serangan.

Trump tidak mengungkap lokasi maupun pihak-pihak yang akan terlibat dalam perundingan tersebut. Meski begitu, ia menegaskan lebih mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

"Apakah saya lebih suka membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak orang meninggal, dan kita tidak menginginkan itu," kata Trump, dikutip dari Reuters.

Menurut Trump, Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah meminta tambahan waktu untuk merampungkan kesepakatan. Pembahasan itu disebut berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan penyelesaian program nuklir Iran.

Pernyataan tersebut menjadi perubahan sikap setelah beberapa hari sebelumnya Trump berulang kali mengancam akan meningkatkan perang terhadap Iran. Konflik yang melibatkan AS dan Israel itu telah berlangsung sejak akhir Februari.

Ketegangan di kawasan juga meluas hingga Teluk Persia, Laut Merah, dan sejumlah pelabuhan di Mesir. Kondisi itu mendorong berbagai pihak kembali mengedepankan jalur diplomasi.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan serta Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Pembicaraan itu difokuskan pada upaya meredakan konflik.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, sebelumnya melaporkan negosiasi antara Teheran dan Oman mengenai Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Namun, Iran menegaskan pembahasan tersebut hanya berkaitan dengan pengaturan jalur pelayaran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan itu tidak berkaitan dengan isu penutupan atau pembukaan Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Turun Tangan! AS Bantu Jepang Hentikan Kejatuhan Yen

"Tidak ada hubungannya dengan pembukaan atau penutupan Selat Hormuz. Itu adalah pembahasan terpisah," ujarnya.

Sebelumnya, Iran juga menolak proposal Oman yang didukung sejumlah negara Teluk terkait pengelolaan Selat Hormuz. Usulan tersebut mencakup mekanisme pengumpulan biaya sukarela bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: