- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Hingga April 2026, PGN Salurkan 147 BBTUD Gas Bumi ke Pelanggan Sumatera-Kepri
Kredit Foto: Istimewa
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region I (SOR I) berhasil menyalurkan gas bumi sebesar sekitar 147 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau sepanjang Januari-April 2026.
Penyaluran tersebut didukung oleh karakteristik pasar yang saling melengkapi, yakni pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta wilayah dengan tingkat penetrasi pasar tinggi (high penetration market) seperti Palembang dan Medan.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, mengatakan kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis gas bumi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Dari sisi infrastruktur, operasional PGN di wilayah Sumatera bagian utara didukung jaringan gas bumi yang dikelola oleh anak usaha PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk fasilitas regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu.
Pasokan gas bumi tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor strategis, mulai dari pembangkit listrik, kawasan industri, hingga industri pupuk.
Saat ini PGN mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, komersial, hingga industri di wilayah Sumatera bagian utara.
Penguatan infrastruktur tersebut akan terus dikembangkan melalui pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proyek tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas jaringan gas bumi sekaligus memperluas fleksibilitas penyaluran gas dari wilayah Sumatera bagian utara hingga selatan.
Menurut Heri, integrasi jaringan gas bumi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keandalan pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.
Baca Juga: PGN Garap Harta Karun Gas 9,7 TCF di Tanjung Enim, Nilainya Tembus US$15,4 Miliar
Baca Juga: PGN Kaji Dampak Kebijakan Harga LNG US$13/MMBTU terhadap Kinerja Keuangan
Heri menambahkan penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut dilakukan melalui integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutup Heri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: