Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DIM Tetapkan Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua, Empat Konsorsium Dipimpin Perusahaan Indonesia

        DIM Tetapkan Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua, Empat Konsorsium Dipimpin Perusahaan Indonesia Kredit Foto: Danantara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dari total 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), tercatat 68 aplikasi yang masuk untuk delapan lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki Mitra Terpilih dan Mitra Cadangan.

        Mitra Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA), yakni penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL. Status tersebut akan ditingkatkan menjadi mitra usaha definitif setelah seluruh persyaratan yang tercantum dalam CLoA dipenuhi. Sementara itu, Mitra Cadangan disiapkan sebagai mekanisme alternatif apabila Mitra Terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

        Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan tingginya partisipasi perusahaan Waste-to-Energy (WtE) kelas dunia menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

        "Keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu.

        Di tengah persaingan dengan perusahaan-perusahaan global, pelaku usaha nasional menunjukkan posisi yang semakin kuat. Dari delapan Mitra Terpilih, empat konsorsium dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sementara dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan dua lainnya dipimpin perusahaan asal Tiongkok. Dengan capaian tersebut, perusahaan Indonesia menjadi consortium lead terbanyak dalam hasil seleksi tahap kedua ini.

        Baca Juga: Latitude Energy Gandeng Danantara, Gasifikasi Batu Bara RI Masuk Babak Baru

        Seluruh konsorsium juga menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek, sekaligus mendorong alih teknologi dan memperkuat kapasitas industri pengelolaan sampah nasional.

        Proses Seleksi Mengedepankan Tata Kelola yang Baik

        Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan mengacu pada praktik terbaik internasional.

        "Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional. Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia. Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi," kata Fadli.

        Setelah menerima CLoA, masing-masing Mitra Terpilih wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memperoleh Final Letter of Award (FLoA). Persyaratan tersebut meliputi penyusunan feasibility study yang disepakati kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company (JVC), penyelesaian dokumen komersial, serta perolehan persetujuan pembiayaan.

        Tahap Kedua Program Pengembangan PSEL

        Seleksi mitra PSEL tahap kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilaksanakan secara bertahap.

        Sebelumnya, pembangunan proyek tahap pertama telah dimulai melalui peresmian pembangunan PSEL Denpasar, Bali, pada 8 Juli 2026, setelah melalui proses seleksi bersama proyek PSEL Kota Bekasi dan PSEL Bogor Raya. Adapun pembangunan PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

        Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi selanjutnya akan dikembangkan dan dioperasikan oleh Denera, platform pengembangan PSEL dan pengelolaan sampah terintegrasi di bawah DIM, bersama para mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL yang telah ditetapkan melalui tahapan pengadaan.

        Melalui program ini, pemerintah dan DIM berharap percepatan pembangunan PSEL tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan lingkungan, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja hijau, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: