Cara Menghentikan Google Melacak Aktivitas Pencarian hingga Lokasi Pengguna
Kredit Foto: Unsplash/Tamas Tuzes-Katai
Google menjadi salah satu layanan digital yang paling banyak digunakan masyarakat. Berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi melalui Google Search, menonton video di YouTube, hingga menggunakan Google Maps untuk navigasi, dilakukan melalui ekosistem Google.
Di balik kemudahan tersebut, Google juga mengumpulkan berbagai data aktivitas pengguna. Data ini digunakan untuk meningkatkan pengalaman penggunaan layanan, termasuk memberikan rekomendasi konten serta menampilkan iklan yang dipersonalisasi sesuai kebiasaan pengguna.
Bagi pengguna yang ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap data pribadinya, Google menyediakan sejumlah pengaturan untuk membatasi bahkan menghentikan pelacakan aktivitas. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
1. Matikan Web & App Activity
Fitur Web & App Activity menyimpan berbagai aktivitas pengguna di layanan Google, seperti riwayat pencarian, penggunaan aplikasi, hingga aktivitas di Google Chrome.
Untuk menghentikan pelacakan:
- Masuk ke akun Google.
- Buka menu Web & App Activity.
- Pilih Turn off untuk menghentikan pencatatan aktivitas baru.
- Jika ingin sekaligus menghapus data lama, pilih Turn off and delete activity.
Pengguna juga dapat menghapus aktivitas tertentu secara manual atau mengaktifkan fitur penghapusan otomatis melalui menu Choose an auto-delete option.
Google menyediakan tiga pilihan masa penyimpanan data:
- 3 bulan
- 18 bulan
- 36 bulan
Setelah melewati periode yang dipilih, data aktivitas akan dihapus secara otomatis dari akun pengguna.
Selain riwayat pencarian, menu ini juga memungkinkan pengguna mengelola pencatatan aktivitas Google Chrome, rekaman suara dan audio, serta pencarian visual.
2. Kelola Riwayat Lokasi di Google Maps
Google Maps memiliki fitur Timeline yang mencatat riwayat perjalanan pengguna, termasuk lokasi yang dikunjungi, rute perjalanan, hingga moda transportasi yang digunakan.
Saat ini Google menyimpan data Timeline langsung di perangkat (on-device), bukan lagi secara terpusat di cloud. Data tersebut juga akan dihapus otomatis setelah tiga bulan apabila pengguna menggunakan pengaturan bawaan terbaru.
Untuk mengelolanya, lakukan langkah berikut:
- Buka aplikasi Google Maps.
- Ketuk ikon profil di pojok kanan atas.
- Pilih Your Timeline.
Di menu tersebut, pengguna dapat:
- Menghapus riwayat perjalanan pada hari tertentu.
- Menghapus lokasi tertentu dari Timeline.
- Memastikan fitur cloud backup tetap dinonaktifkan agar data lokasi tidak tersinkronisasi ke perangkat lain.
- Mematikan integrasi dengan Google Photos melalui menu Location & privacy settings.
Apabila ingin menghentikan pencatatan lokasi sepenuhnya, buka menu Timeline settings atau Timeline is on, kemudian pilih Turn off.
Google juga menyediakan beberapa opsi tambahan, yaitu:
- Delete all Timeline data untuk menghapus seluruh riwayat lokasi.
- Delete range of Timeline data untuk menghapus data pada periode tertentu.
- Auto-delete Timeline agar data dihapus otomatis setelah 3, 18, atau 36 bulan.
3. Nonaktifkan Iklan yang Dipersonalisasi
Google menggunakan aktivitas pengguna, termasuk riwayat pencarian, tontonan YouTube, dan data lokasi, untuk menampilkan iklan yang sesuai dengan minat masing-masing pengguna.
Apabila tidak ingin data pribadi dimanfaatkan untuk kebutuhan periklanan, pengguna dapat menonaktifkan fitur Personalized ads.
Caranya sebagai berikut:
- Masuk ke akun Google.
- Buka menu Data & privacy.
- Pilih Personalized ads.
- Masuk ke My Ad Center.
- Buka menu Personalized ads.
- Pilih Turn off.
Baca Juga: Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia, Honda Super One Bakal Hadir di GIIAS 2026
Setelah itu, pengguna juga disarankan membuka menu Partner ad settings dan menonaktifkan izin bagi mitra pihak ketiga Google untuk menggunakan data aktivitas sebagai dasar penayangan iklan.
Dengan mengubah ketiga pengaturan tersebut, pengguna dapat membatasi pengumpulan data oleh Google sekaligus meningkatkan perlindungan privasi saat menggunakan berbagai layanan digital perusahaan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: