Wacana Upeti ke Amerika Batal usai Trump Ditelepon Raja Timur Tengah: Awalnya Saya Kira Ide Bagus...
Kredit Foto: Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap alasan di balik keputusannya membatalkan rencana mengenakan biaya sebesar dua puluh persen kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Trump, keputusan itu diambil setelah dirinya dihubungi sejumlah pemimpin negara dari Teluk.
Trump mengaku dirinya berpikiran rencana memberlakukan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut sebagai kompensasi adalah ide bagus. Namun hal tersebut berubah ketika ia ditelpon oleh sejumlah mitra dekat dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Dia Tukang Catut Nama-nama Petinggi
"Kemarin saya mengumumkannya. Saya pikir itu ide yang bagus. Lalu saya ditelepon oleh berbagai orang, berbagai negara, para raja dan para emir, serta semua orang yang kita kenal dan kita sukai," kata Trump, dikutip Rabu (15/7).
Ia menyebut para pemimpin tersebut merupakan mitra kuat negaranya dan menyampaikan keberatan terhadap rencana pengenaan tarif di Selat Hormuz. Sebagai gantinya, mereka menawarkan investasi bernilai miliaran dolar ke Amerika Serikat.
"Mereka berkata, 'Kami ingin melakukannya dengan cara yang berbeda. Kami ingin berinvestasi di sana dengan miliaran dan miliaran dolar serta melanjutkan rekor investasi yang sudah ada. Kami ingin berinvestasi besar-besaran daripada harus membayar biaya,'" ujar Trump.
Trump mengaku menyambut baik usulan tersebut karena menurutnya investasi akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan mengenakan tarif terhadap kapal-kapal yang melintas.
Ia bahkan mengakui bahwa pada dasarnya dirinya tidak setuju jika ada negara yang mengenakan biaya atas penggunaan selat internasional.
"Saya menyukai gagasan itu. Saya sebenarnya tidak berpikir siapa pun seharusnya dapat mengenakan biaya atas Selat Hormuz atau selat mana pun di dunia," katanya.
Adapun Trump menegaskan rencana tarif sebelumnya semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk penggantian biaya atas pengamanan yang dilakukan militer dari Amerika Serikat.
Kini, setelah negara-negara terkait berkomitmen menanamkan investasi besar di Amerika. Trump menilai solusi tersebut jauh lebih menguntungkan.
"Negara-negara Teluk akan menginvestasikan uang dalam jumlah yang sangat besar ke Amerika Serikat dan itu sangat memuaskan bagi saya. Saya pikir ini justru jauh lebih baik," pungkasnya.
Baca Juga: Kasus Febrie Adriansyah, Sosok Pengusaha Kalimantan Bikin Ketar-ketir Don Ritto: Silakan Jika Berani
Meski membatalkan rencana tarif, pemerintahannya sebelumnya telah memastikan akan menerapkan kebijakan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: