Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral 'Keanehan' Ucapan Presiden Amerika ke Perdana Menteri Irak: Setiap Hari Semakin Tidak Waras

        Viral 'Keanehan' Ucapan Presiden Amerika ke Perdana Menteri Irak: Setiap Hari Semakin Tidak Waras Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih justru memicu sorotan publik setelah sang presiden melontarkan komentar yang dinilai janggal saat menyambut tamunya dari Timur Tengah.

        Trump dalam pertemuan tersebut diketahui sempat memuji al-Zaidi. Namun, komentarnya mengenai penampilan perdana menteri tersebut itu langsung menjadi perbincangan di media sosial.

        Baca Juga: Terus Diserang Amerika, Iran Ancam Tak Biarkan Setetes Pun Minyak Lewati Selat Hormuz

        "Dia adalah pria muda. Dia muda dan tampan, itu yang tidak saya sukai. Saya tidak senang soal itu," ujar Trump di Gedung Putih, dikutip Kamis (16/7/2026).

        Alih-alih menjadi momen diplomatik biasa, ucapan tersebut memicu beragam komentar dari publik Amerika. Hal itu terutama karena pengguna media sosial X yang menilai pernyataan politikus itu tidak lazim disampaikan dalam forum resmi kenegaraan.

        Sejumlah pengguna bahkan mempertanyakan alasannya kembali mengomentari penampilan fisik lawan bicaranya, dalam hal ini Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.

        "Jadi, strategi diplomasi baru presiden adalah memuji orang itu dan berharap pertemuan berjalan lebih lancar," tulis salah seorang pengguna X.

        Pengguna lain bahkan menyindir kondisi Trump.

        "Ini terjadi setelah ia dituduh semakin tidak waras setiap harinya," tulis komentar lain yang turut ramai dibahas di media sosial.

        Komentar lain juga mempertanyakan kebiasaan politikus itu mengomentari penampilan seseorang.

        "Mengapa dia harus mengomentari penampilan setiap orang? Aneh sekali," tulis seorang netizen.

        Meski demikian, pertemuan tersebut tetap membahas agenda penting di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dari Timur Tengah.

        Pemerintah Irak menyebut kunjungan itu difokuskan untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Juru Bicara Pemerintah Irak Haider al-Aboudi mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum perubahan hubungan Irak dan Amerika Serikat.

        Menurutnya, hubungan kedua negara diarahkan bergeser dari sekadar manajemen krisis menuju kemitraan ekonomi strategis yang bersifat jangka panjang.

        Baca Juga: Update dari Kasus Ijazah, Titik Terang Dugaan Roy Suryo Memanipulasi Dokumen Elektronik Milik Jokowi

        Selain itu, kedua pemimpin juga dijadwalkan membahas sejumlah kerja sama di bidang energi dan perdagangan yang diharapkan dapat meningkatkan investasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Irak.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: