Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investasi China Masuk IKN, Proyek Terpadu Rp1,25 Triliun Ditargetkan Rampung 2026

        Investasi China Masuk IKN, Proyek Terpadu Rp1,25 Triliun Ditargetkan Rampung 2026 Kredit Foto: PTPP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment, resmi memulai pembangunan kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek tersebut menjadi konstruksi pertama yang direalisasikan investor asing di IKN.

        Pembangunan dilakukan di Sub WP 1B KIPP IKN dan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Kawasan itu berada di lokasi strategis yang menjadi pusat pengembangan pemerintahan di Nusantara.

        Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan proyek tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan Istana Negara serta kompleks lembaga negara yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

        "Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

        Kawasan terpadu itu dibangun di atas lahan seluas 15.501 meter persegi. Proyek tersebut akan menghadirkan apartemen, restoran, area ritel, hingga perkantoran dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

        Hunian yang disiapkan terdiri dari unit satu hingga tiga kamar tidur. Fasilitas pendukung meliputi kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, serta ruang terbuka hijau.

        "Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN," ucapnya.

        Direktur Utama PT Star Bright International Investment Lu Keming mengaku optimistis terhadap prospek IKN sebagai kota baru. Menurutnya, pembangunan dari tahap awal memberikan peluang besar bagi investor internasional.

        "Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," ujar Lu Keming.

        Dalam pelaksanaan proyek, PT Star Bright International Investment menggandeng Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. dari Sichuan, China. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengelolaan proyek konstruksi.

        Pembangunan juga melibatkan kontraktor asal Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya memberdayakan pelaku usaha lokal. Langkah itu diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar IKN.

        Baca Juga: Purbaya Akui IKN Masih Kalah dari Bali Soal Potensi PFI

        Pada kesempatan yang sama, PT Dian Jaya Indonesia asal Korea Selatan turut hadir sebagai investor yang akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama. Sejumlah delegasi bisnis dari China juga mengikuti kegiatan tersebut untuk menjajaki peluang investasi di IKN.

        "Kehadiran para delegasi tersebut mencerminkan tingginya minat investor internasional terhadap peluang investasi di Nusantara, sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi yang semakin dipercaya oleh komunitas bisnis global," imbuh Basuki.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: