Rocky Gerung: Rombak Menteri Koalisi Tak Cukup, Prabowo Harus Batalkan Perjanjian dengan Elite
Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Pengamat Politik Rocky Gerung menilai harus ada langkah drastis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, persoalan pemerintahan tidak akan selesai hanya dengan mengganti menteri apabila kesepakatan politik dengan elite partai tetap dipertahankan.
Rocky berpandangan presiden harus berani membangun arah baru pemerintahan dengan mengutamakan kepentingan publik dibanding kompromi politik yang lahir dari proses pembentukan koalisi.
Baca Juga: Dokter Tifa Sudah Tak Kuat Urusi Polemik Ijazah Jokowi: Satu Tahun Ini bagi Saya Sudah Cukup
"Perjanjian dengan elit harus dibatalkan supaya ada perjanjian baru dengan publik. Presiden harus mendengar suara akademisi, jurnalis, hingga kelompok sipil," ujar Rocky Gerung di YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Kamis (6/8/2026).
Menurut Rocky, momentum evaluasi pemerintahan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan langsung antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai komitmen baru tersebut penting agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan publik.
Selain itu, Rocky juga mendorong presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri. Ia menilai langkah tersebut merupakan kebutuhan agar program pemerintah dapat berjalan lebih efektif.
Bagi Rocky, evaluasi kabinet tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian individu, tetapi juga menyangkut keberanian pemerintah membangun sistem kerja yang lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Ia turut menyoroti pola komunikasi pemerintah yang menurutnya masih lebih banyak berfungsi sebagai sarana membangun citra dibanding menyerap kritik dari publik.
Menurut Rocky, komunikasi politik semestinya tidak hanya menjadi alat untuk menyampaikan keberhasilan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang mendengarkan masukan dari berbagai kelompok masyarakat.
Karena itu, ia menilai presiden perlu memperluas dialog dengan kalangan akademisi, jurnalis, dan organisasi masyarakat sipil sebagai bagian dari proses penyusunan kebijakan.
Rocky berpandangan perubahan tersebut akan lebih berdampak dibanding hanya melakukan reshuffle kabinet. Menurutnya, pembaruan hubungan antara pemerintah dan publik merupakan fondasi penting agar pemerintahan mampu memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh komposisi kabinet, tetapi juga oleh keberanian pemimpin mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat di atas kepentingan elite politik.
Adapun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari presiden maupun istana mengenai rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, jika memang terjadi perubahan susunan kabinet, kemungkinan besar berkaitan dengan pengisian sejumlah posisi yang kosong.
Baca Juga: Refly Harun: Kita Ingin Tahu Dibagian Mana Jokowi Merasa Direndah-rendahkan dan Terhina
“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” kata Prasetyo
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: