Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Win&Co (COCO) Akuisisi Raksasa Makanan Ringan Vietnam, Perkuat Ekspansi ke Asia Tenggara

        Win&Co (COCO) Akuisisi Raksasa Makanan Ringan Vietnam, Perkuat Ekspansi ke Asia Tenggara Kredit Foto: Coco
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi Bibica Corporation, salah satu produsen makanan ringan terbesar di Vietnam. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas bisnis dan memperkuat posisinya di pasar Asia Tenggara.

        Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada 6 Mei 2026.

        Melalui perjanjian itu, Win&Co akan mengakuisisi hingga 99,99 persen saham Momogi Group, induk usaha Bibica. Penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi.

        Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara, Sugianto Soenario, menyatakan Vietnam dipilih karena memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang sangat menarik di kawasan Asia Tenggara. Oleh sebab itu, perseroan memilih jalur akuisisi agar dapat mempercepat ekspansi tanpa harus membangun bisnis dari awal.

        "Kami memilih hadir lebih awal, namun dengan cara yang efisien, bukan membangun dari nol, melainkan melalui Bibica yang telah memiliki merek kuat, jaringan distribusi luas, dan kapasitas manufaktur yang mapan," ujar Sugianto dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

        Melalui akuisisi tersebut, Win&Co akan memperluas jangkauan pasarnya di Indonesia dan Vietnam dengan potensi pasar sekitar 387 juta konsumen. 

        Perseroan juga menargetkan transformasi bisnis dari produsen bahan baku kakao domestik menjadi platform fast-moving consumer goods (FMCG) regional yang terintegrasi, mulai dari pengolahan kakao, produk confectionery, hingga makanan ringan bermerek.

        Menurut Sugianto, Vietnam memiliki daya tarik besar bagi industri makanan ringan. Negara dengan populasi lebih dari 100 juta jiwa itu didukung pertumbuhan ekonomi yang konsisten serta jumlah kelas menengah yang terus meningkat, sehingga menciptakan peluang pasar yang semakin besar.

        Berdasarkan riset pasar, nilai industri makanan ringan di Vietnam diperkirakan meningkat dari sekitar US$2,42 miliar pada 2025 menjadi lebih dari US$3 miliar pada 2030. Sementara itu, pasar sugar confectionery diproyeksikan tumbuh dari sekitar US$400 juta menjadi US$600 juta dalam periode yang sama.

        "Daripada membangun bisnis baru dari nol, Win&Co memilih mengakuisisi perusahaan yang telah memiliki pangsa pasar dan fondasi bisnis yang kuat," kata dia.

        Baca Juga: BEI Suspensi Saham Karena Ekuitas Negatif, COCO Malah Siapkan Rights Issue Rp1,28 Triliun

        Baca Juga: Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA

        Lanjut dia menyatakan, Bibica saat ini merupakan salah satu produsen confectionery terbesar di Vietnam dan masuk dalam tiga besar produsen permen di negara tersebut. Perusahaan juga memiliki sejumlah merek yang telah dikenal luas oleh konsumen.

        Selain memiliki portofolio merek yang kuat, Bibica didukung jaringan distribusi yang menjangkau lebih dari 140.000 titik penjualan di seluruh Vietnam. Produk-produknya juga telah dipasarkan ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Filipina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: