Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inflasi Medis Naik, Tugure Dorong AI untuk Jaga Keberlanjutan Asuransi Kesehatan

        Inflasi Medis Naik, Tugure Dorong AI untuk Jaga Keberlanjutan Asuransi Kesehatan Kredit Foto: Tugure
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menilai pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) menjadi salah satu strategi penting untuk menekan lonjakan klaim asuransi kesehatan yang semakin membebani industri. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu perusahaan asuransi mendeteksi praktik wasteabuse, dan fraudsekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan risiko di tengah tekanan inflasi medis.

        Hal itu mengemuka dalam kegiatan sharing session Tugure Academy bertema Cost Containment: High Severity – High Frequency yang digelar di Bandung dan diikuti delapan perusahaan asuransi mitra Tugure.

        Praktisi Cybertech Andang Nugroho mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi industri asuransi untuk merespons perubahan perilaku masyarakat, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kompleksitas risiko kesehatan.

        Menurutnya, tekanan terhadap profitabilitas industri semakin besar karena kenaikan premi asuransi kesehatan belum mampu mengimbangi peningkatan frekuensi maupun nilai klaim.

        “Di tengah karakteristik klaim kesehatan yang semakin didominasi oleh kasus high severity dan high frequency, industri asuransi perlu bertransformasi dari pendekatan reaktif menjadi prediktif. Pemanfaatan AI dan Machine Learningmemungkinkan perusahaan mendeteksi anomali lebih dini, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis secara lebih efektif,” ujar Andang.

        Ia menjelaskan, penerapan AI dan ML memungkinkan perusahaan mengidentifikasi pola klaim yang tidak wajar, mendeteksi transaksi anomali secara lebih cepat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

        Selain pengelolaan klaim, teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses underwriting, analisis profitabilitas produk dan nasabah, optimalisasi kerja sama dengan rumah sakit maupun Third Party Administrator (TPA), hingga penyusunan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

        Andang juga menyoroti masih besarnya ruang pertumbuhan industri asuransi nasional. Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 2,7%, sehingga peluang ekspansi pasar masih terbuka. Namun, pertumbuhan bisnis tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang lebih baik agar profitabilitas perusahaan tetap terjaga.

        Sementara itu, Group Head Life PT Tugu Reasuransi Indonesia, dr. Kiki Oditya Gunawardhana, mengatakan strategi cost containment tidak dimaksudkan untuk membatasi akses peserta terhadap layanan kesehatan, melainkan menjaga keberlanjutan manfaat asuransi di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan.

        Menurutnya, industri asuransi kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari inflasi medis, tingginya loss ratio, praktik fraud, hingga kompetisi harga yang semakin ketat.

        Cost containment tidak dimaksudkan untuk mengurangi hak peserta atas layanan kesehatan, tetapi untuk memastikan manfaat asuransi tetap dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh seluruh pemegang polis di tengah tekanan inflasi medis dan peningkatan biaya kesehatan,” kata Kiki.

        Baca Juga: Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi, Tugure Konsisten Terapkan Prinsip GCG

        Baca Juga: Tugure Fasilitasi Kolaborasi Industri Asuransi di Tengah Dinamika Bisnis

        Baca Juga: Tugure Gandeng PMI Guna Perkuat Kontribusi ke Masyarakat

        Ia menilai pengendalian biaya menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan asuransi sekaligus memastikan keberlangsungan perlindungan bagi pemegang polis.

        Sebagai perusahaan reasuransi, Tugure berperan dalam mendukung industri melalui penyediaan kapasitas penyerapan risiko, analisis aktuaria, serta pengembangan produk asuransi. Perusahaan juga mendorong peningkatan kapabilitas pelaku industri melalui berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk Tugure Academy.

        Pembahasan mengenai strategi cost containment dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tekanan biaya kesehatan yang berdampak langsung terhadap kinerja industri asuransi. Pemanfaatan teknologi AI dipandang menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah meningkatnya risiko klaim kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: