Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi, Tugure Konsisten Terapkan Prinsip GCG

Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi, Tugure Konsisten Terapkan Prinsip GCG Kredit Foto: Tugure
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi. Komitmen tersebut membawa perusahaan menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.

Mengusung tema "Building Trust Through Future-Ready Governance", penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang adaptif terhadap perkembangan bisnis, transformasi digital, serta tuntutan keberlanjutan. 

Proses penilaian dilakukan melalui metode desk research dan media monitoring dengan mengevaluasi berbagai aspek, di antaranya transparansi, akuntabilitas, reputasi perusahaan, tata kelola digital, manajemen risiko, hingga implementasi keberlanjutan.

Direktur Operasional PT Tugu Reasuransi Indonesia, Erwin Basri, mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance sebagai fondasi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Bagi kami, tata kelola yang baik bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang terus bertumbuh, menjunjung tinggi kejujuran, dan bertanggung jawab dalam setiap langkah perusahaan," ujar Erwin Basri.

Sejalan dengan transformasi bisnis yang terus dilakukan, Tugure juga memperkuat implementasi GCG melalui optimalisasi manajemen risiko, penguatan sistem pengendalian internal, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan budaya kepatuhan di seluruh lingkungan perusahaan. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga daya saing, meningkatkan kepercayaan, sekaligus menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri.

Sebagai informasi, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp110 miliar, yang didukung oleh peningkatan hasil jasa asuransi dan hasil investasi.  Di sisi lain, implementasi PSAK 117 turut memperkuat kualitas pelaporan keuangan sehingga mampu menyajikan kondisi keuangan perusahaan secara lebih transparan, komprehensif, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Baca Juga: Tugure Fasilitasi Kolaborasi Industri Asuransi di Tengah Dinamika Bisnis

Baca Juga: Tugure Gandeng PMI Guna Perkuat Kontribusi ke Masyarakat

Komitmen terhadap tata kelola yang baik juga tercermin dalam kepatuhan Tugure terhadap regulasi. Perseroan tidak hanya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi juga mampu melampaui standar kesehatan keuangan yang dipersyaratkan. Hingga akhir tahun 2025, Risk Based Capital (RBC) Tugure tercatat sebesar 201,43%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. 

Dari sisi permodalan, Tugure juga menunjukkan fundamental yang solid dengan total ekuitas mencapai sekitar Rp1,5 triliun, yang telah memenuhi ketentuan modal minimum industri reasuransi untuk tahun 2026. 

Ke depan, Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas permodalan melalui pencapaian Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE) 2 pada tahun 2028, dengan proyeksi pertumbuhan ekuitas secara organik hingga mencapai Rp2 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra