Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, menyoroti 15 teman kuliah Jokowi yang menyatakan siap bersaksi di persidangan untuk membantah tuduhan ijazah palsu.
Menurut Tifa, saksi-saksi yang disebut sebagai “teman kuliah Jokowi” itu hanya berputar pada nama-nama yang sama, seperti Saminudin, Frono Jiwo, Mulyono, Andi Pramaria, dan Evi.
"Orangnya itu-itu saja. Padahal teman mereka kuliah, yang namanya Joko Widodo, kacamata, kumis, hidung mancung, bibir tebal, gigi rapi, rambut belah tengah, tinggi badan 170 cm, yang kuliah sampai Sarjana Muda lalu ilang entah kemana," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (17/7).
"Bukan yang rambut tipis belah pinggir, ngaku kacamata pecah lalu tidak mampu beli lagi, hidung tepes, gigi berantakan. Oiya tinggi badan 175 cm," sambungnya.
Sebelumnya, sebanyak 15 orang teman kuliah Jokowi semasa di Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan menyatakan siap bersaksi di persidangan untuk membantah tuduhan ijazah palsu yang dilayangkan Dokter Tifa dan Roy Suryo.
Hal tersebut disampaikan Ade Darmawan, kuasa hukum Mustoha dan Frono Jiwo, usai menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
"15 orang untuk angkatan Pak Jokowi ya. Teman kuliah semua dari UGM, dari fakultas yang sama, lulus tahun yang sama, dan teman satu kelas beliau," ungkap dia.
Kehadiran mereka ditujukan untuk memberikan pukulan telak atas glorifikasi isu ijazah palsu yang terus digulirkan di ruang publik. Mereka ingin menegaskan secara hukum kepada masyarakat bahwa tuduhan Dokter Tifa sama sekali tidak berdasar karena mereka adalah saksi hidup yang menempuh pendidikan bersama Jokowi.
Baca Juga: Sidang Ijazah Semakin Menarik! Dokter Tifa Malah Minta Barang Bukti Jokowi
"Artinya biar masyarakat juga tahu bahwa kebohongan-kebohongan ini sudahlah, selesaikanlah, berhentilah," katanya.
"Saya rasa sebenarnya ini sederhananya gampang kok. UGM selesai, kemudian saksi-saksi selesai, Puslab selesai, semuanya selesai. Apa lagi ? Sebenarnya itu sudah cukup tetapi ini diglorifikasi terus di-maintain seolah-olah publik harus merasa ragu dengan Pak Jokowi," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: