Produsen Nilai Rencana Motor Listrik Nasional Perlu Berbasis Industri yang Sudah Ada
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
Rencana Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional dalam beberapa pekan ke depan mendapat perhatian dari pelaku industri kendaraan listrik.
Di satu sisi, langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius membangun industri otomotif nasional. Namun di sisi lain, implementasinya dinilai perlu dilakukan secara cermat agar tidak mengulang kesalahan yang pernah terjadi.
Saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Prabowo mengungkapkan Indonesia segera memiliki sepeda motor listrik karya anak bangsa.
"Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional," kata Prabowo.
Ia berharap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diikuti dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan. "Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya," ujarnya.
Prabowo juga menegaskan pemerintah ingin menghadirkan kendaraan buatan dalam negeri. "Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia. Kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia."
Pertanyaan Besar: Motor Nasional yang Mana?
Menanggapi pernyataan tersebut, CEO Mimo Motor Triharsa Adicahya mengatakan masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperjelas, terutama mengenai konsep motor nasional yang dimaksud pemerintah.
Baca Juga: Bidik Pasar Motor Listrik RI, VinFast Rakit Lokal di Pabrik Subang
Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah memiliki merek motor listrik nasional, yakni Gesits, yang sebagian sahamnya kini dimiliki Indonesia Battery Corporation (IBC), anak usaha Danantara.
"Kalau ternyata yang dimaksud bukan Gesits, maka ini menjadi pertanyaan tersendiri karena pemerintah sebenarnya sudah memiliki aset yang bisa dikembangkan. Jangan sampai utilisasinya menjadi tidak maksimal," ujarnya kepada Warta Ekonomi, Senin (20/7/2026).
Ia menilai kejelasan arah kebijakan menjadi penting agar pengembangan industri kendaraan listrik tidak berjalan tumpang tindih.
Waspadai Pendekatan Top-Down
Selain itu, Triharsa juga mengingatkan agar pembangunan motor nasional tidak hanya mengandalkan pendekatan dari atas (top-down).
Menurutnya, apabila pemerintah membentuk merek baru sepeda motor listrik melalui penugasan langsung, pendekatan seperti itu berisiko menghasilkan perusahaan yang sulit bertahan dalam jangka panjang.
Ia menilai berbagai pengalaman, baik di Indonesia maupun negara lain, menunjukkan bahwa model top-down kerap menghadapi tantangan karena tidak dibangun di atas fondasi kapabilitas industri, pemahaman pasar, hingga penguasaan teknologi yang matang.
Akibatnya, pihak yang menjalankan proyek sering kali memilih jalan pintas agar target cepat tercapai, tetapi justru melenceng dari tujuan awal membangun industri yang berkelanjutan.
Industri Lokal Dinilai Lebih Layak Diperkuat
Sebagai alternatif, Triharsa berpandangan pemerintah sebaiknya lebih fokus memperkuat perusahaan lokal yang sejak awal mengembangkan kendaraan dengan basis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) sendiri.
Menurutnya, dukungan dapat diberikan melalui insentif fiskal, kemudahan akses pasar, hingga kebijakan yang mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB, Kita Diakui Dunia
Dengan pendekatan tersebut, industri lokal dinilai akan berkembang secara alami, kemampuan riset dan rancang bangun meningkat, serta rantai pasok komponen dalam negeri ikut terbentuk.
Meski membutuhkan waktu lebih panjang dibanding pendekatan top-down, ia meyakini strategi tersebut akan menghasilkan industri yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Pernyataan Prabowo sendiri membuka babak baru dalam pengembangan kendaraan nasional. Namun, seperti diingatkan pelaku industri, keberhasilan motor listrik nasional nantinya tidak hanya ditentukan oleh peluncuran sebuah merek, melainkan juga oleh strategi membangun ekosistem industri yang mampu bertahan dan bersaing dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman