Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hotman Paris Disebut Arogan oleh Ordal PDIP: Akses ke Prabowo Jangan Lahirkan Keangkuhan

        Hotman Paris Disebut Arogan oleh Ordal PDIP: Akses ke Prabowo Jangan Lahirkan Keangkuhan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, melontarkan kritik pedas terhadap sikap advokat senior Hotman Paris Hutapea saat menghadapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung.

        Guntur menilai rentetan kalimat emosional yang dilontarkan Hotman sangat tidak pantas, niradab, dan mencederai prinsip kebebasan pers.

        "Rentetan kalimat niradab ini meluncur bebas dari mulut advokat senior Hotman Paris," kata Guntur.

        Guntur menyoroti sejumlah ungkapan konfrontatif yang dilayangkan Hotman saat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam pusaran kasus dugaan korupsi, mulai dari ucapan "Lu punya otak gak?", "Tanya kakekmu masa tanya gue", hingga hardikan "Udah deh, shut up!" serta umpatan yang menyebut wartawan pengecut.

        "Alih-alih menyuguhkan argumentasi hukum yang bernas saat membela kliennya, Hotman justru mempertontonkan arogansi yang secara langsung mencederai kebebasan pers," kata Guntur Romli dalam keterangannya.

        Guntur menegaskan bahwa kerja-kerja pers dilindungi oleh undang-undang untuk menjamin transparansi publik. Meskipun narasumber memiliki hak untuk menolak menjawab pertanyaan, membalas kerja jurnalistik dengan serangan personal (ad hominem) dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan menjaga martabat profesional.

        Ia sependapat dengan kecaman yang dilayangkan oleh Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Menurutnya, ketegasan seorang advokat tidak boleh dijadikan legitimasi untuk mengabaikan etika komunikasi di ruang publik.

        "Wartawan bekerja di bawah perlindungan hukum untuk menggali informasi. Membalas pertanyaan jurnalistik dengan serangan personal justru mengekspos kegagalan menjaga martabat profesional seorang figur publik," tegas ordal PDIP itu.

        Ingatkan Akses Kekuasaan Tak Boleh Lahirkan Keangkuhan

        Lebih lanjut, Jubir PDIP ini menyoroti sikap Hotman yang sempat mengaitkan namanya dengan lingkaran kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Guntur menyayangkan klaim tersebut jika hanya dijadikan tameng untuk bertindak arogan kepada masyarakat maupun profesi lain.

        "Akses pada lingkaran kekuasaan seharusnya melahirkan kebijaksanaan, bukan malah memicu keangkuhan yang merendahkan rakyat dan profesi lain," ujarnyanya.

        Guntur juga memperingatkan masyarakat agar tidak menganggap tindakan merendahkan wartawan di media sosial sebagai bentuk "kemenangan argumentasi". Menormalisasi tindakan semacam itu dianggap berbahaya bagi pilar demokrasi.

        Ia mendukung penuh desakan organisasi pers agar organisasi advokat tempat Hotman bernaung segera memeriksa rekam jejak etika yang bersangkutan.

        Sebagai officium nobile (profesi yang mulia), seorang advokat dituntut untuk menjaga tata krama dan martabat dalam bertutur kata.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: