Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anwar Ibrahim Bakal Jelaskan di Sidang Soal Dana Pensiun PNS Malaysia 'Hangus' di Indonesia

        Anwar Ibrahim Bakal Jelaskan di Sidang Soal Dana Pensiun PNS Malaysia 'Hangus' di Indonesia Kredit Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan memberikan penjelasan kepada parlemen mengenai kerugian investasi yang dialami Dana Pensiun Pegawai Negeri Sipil Malaysia atau Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) pada startup akuakultur asal Indonesia, eFishery.

        Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia mengatakan akan menjawab pertanyaan terkait kasus tersebut dalam sidang Dewan Negara.

        Pada Minggu (19/7/2026), Anwar menyebut bahwa dirinya akan menjawab pertanyaan di Dewan Negara pada hari ini, Senin, (20/7/2026).

        Kasus ini mencuat setelah Kementerian Keuangan Malaysia mengonfirmasi bahwa KWAP menjadi korban penipuan terorganisir akibat manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery.

        eFishery merupakan perusahaan rintisan teknologi di bidang akuakultur yang berdiri pada 2013. Perusahaan tersebut sempat dikenal sebagai pelopor mesin pakan ikan otomatis sebelum akhirnya terseret kasus yang berdampak pada para investornya.

        Salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, tahun lalu dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan di Bandung dalam perkara penggelapan dan pencucian uang.

        Dalam keterangannya, KWAP mengungkapkan telah menginvestasikan dana sebesar 163,4 juta ringgit untuk memiliki sekitar 2,51 persen saham eFishery.

        KWAP menegaskan posisinya hanya sebagai pemegang saham minoritas. Mayoritas saham perusahaan tersebut dimiliki oleh investor institusional global yang juga ikut terdampak akibat kasus tersebut.

        Baca Juga: Indonesia Resmi Punya Radar GCI Pertama, Jangkauan Deteksi Capai 515 Kilometer

        Sebagai tindak lanjut, KWAP menyatakan telah mengambil langkah-langkah sesuai dengan tata kelola internal yang berlaku untuk menangani persoalan tersebut.

        Sementara itu, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) juga telah membentuk tim khusus guna menyelidiki kerugian investasi tersebut secara menyeluruh. Tim ini akan menelusuri berbagai aspek yang berkaitan dengan investasi KWAP di eFishery.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: