Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hubungan 'Baik-baik Saja' Jokowi–Prabowo: Kenapa Justru Jadi Sinyal Bahaya bagi Gibran?

        Hubungan 'Baik-baik Saja' Jokowi–Prabowo: Kenapa Justru Jadi Sinyal Bahaya bagi Gibran? Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan harmonis antara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto justru dinilai sebagai sinyal bahaya bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Pengamat politik Adi Prayitno meragukan Jokowi berani mengusung Gibran sebagai calon presiden di Pilpres 2029 untuk melawan Prabowo jika hubungan keduanya tetap baik.

        "Banyak pihak yang menduga rasa-rasanya agak sulit untuk dibayangkan bahwa misalnya Pak Jokowi akan memajukan Gibran melalui PSI ataupun partai politik yang lain. Kan itu yang dibayangkan oleh publik mengingat ya hubungan kedua tokoh ini kan baik-baik saja," ungkap Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (20/7). 

        Adi menambahkan, sikap politik Jokowi, PSI, dan relawan masih menjadi teka-teki jika Gibran tidak kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

        "Apakah akan terus bersama dengan Prabowo lillahi ta'ala tanpa harus calon wakil presiden Gibran di situ, ataukah akan membentuk poros politik sendiri? Itulah yang kemudian menjadi teka-teki yang per hari ini sepertinya belum ada terang yang bisa disimpulkan" tandasnya.

        Baca Juga: Megawati ke Jokowi ke Ganjar: Rahasia PDIP Selalu Punya Jagoan Sejak 2004

        Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

        "Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: