Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpotensi Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya

        IHSG Berpotensi Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan hingga menyentuh level 6.300 pada perdagangan Selasa (21/7/2026). IHSG diproyeksikan berada di kisaran support 6.180, pivot 6.250, dan resistance 6.300.

        Berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, IHSG pada perdagangan hari sebelumnya ditutup menguat 0,91% ke posisi 6.231,78. Dari sisi teknikal, pelebaran histogram positif pada indikator MACD menunjukkan momentum penguatan masih terjaga. 

        Sementara itu, Stochastic RSI telah memasuki area overbought, yang mengindikasikan adanya peluang aksi ambil untung (profit taking). Selain itu, IHSG berhasil ditutup di atas Moving Average (MA) 50 dengan didukung peningkatan volume pembelian. 

        "Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk menguji area resistance di kisaran 6.250-6.300, meski investor tetap disarankan mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat aksi profit taking," tulis riset dari Phintraco Sekuritas.

        Di sisi fundamental, hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026 tumbuh signifikan. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 93,08%, meningkat tajam dibandingkan 38,74% pada Kuartal I-2026 dan lebih tinggi dari 85,22% pada periode yang sama tahun lalu.

        Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan seluruh jenis kredit. Kredit Modal Kerja mencatat SBT tertinggi sebesar 94,34%, disusul Kredit Investasi sebesar 93,51%, serta Kredit Konsumsi sebesar 83,67%.

        Meski demikian, BI mencatat perbankan menerapkan standar penyaluran kredit yang lebih selektif pada kuartal kedua tahun ini. Kendati begitu, peningkatan permintaan kredit dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang masih berada dalam fase ekspansi.

        Dari sisi eksternal, pasar global masih dibayangi sentimen negatif akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

        Namun, pasar domestik memperoleh dorongan positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level investment grade (BBB) dengan prospek stabil, sehingga meningkatkan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

        Meski prospek pasar dinilai membaik, Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan harga minyak dunia. 

        "Jika harga minyak bertahan tinggi dalam waktu yang lama, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan suku bunga The Fed serta memperkuat dolar AS, yang dapat memberikan tekanan terhadap pasar keuangan," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Tbk (HMSP), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: