Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Target Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Minta SGN Perkuat Kolaborasi dengan Petani

        Target Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Minta SGN Perkuat Kolaborasi dengan Petani Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
        Warta Ekonomi, Surabaya -

        Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mempercepat program swasembada gula melalui peremajaan (bongkar ratoon) tanaman tebu seluas 100.000 hektare per tahun. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun tebu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

        Amran mengatakan percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk meremajakan tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.

        "Ini perintah Bapak Presiden RI bahwa swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Kita akan menargetkan sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden," ujar Amran usai bertemu jajaran direksi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya.

        Menurutnya, peremajaan tanaman menjadi kunci peningkatan produktivitas tebu nasional. Selama ini, banyak kebun masih menggunakan tanaman ratoon berumur tua sehingga produktivitas terus menurun dan berdampak pada pasokan gula domestik.

        Program bongkar ratoon diharapkan mampu meningkatkan hasil panen tebu, memperkuat pasokan bahan baku pabrik gula, serta mendukung target swasembada gula konsumsi dalam dua tahun.

        Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menyatakan perseroan siap menjalankan arahan pemerintah dengan memperkuat sinergi bersama pabrik gula swasta dan petani tebu.

        Hingga 19 Juli 2026, volume tebu yang telah digiling SGN mencapai 6.750.808,28 ton. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi gula nasional pada musim giling tahun ini.

        "Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi kami bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani," kata Mahmudi.

        Baca Juga: Sudah Swasembada Gula Konsumsi, Kementan Intensifkan Tebu untuk Bioetanol

        Baca Juga: Presiden Prabowo Saksikan Panen Raya Tebu di Malang, Petani Sampaikan Apresiasi dan Harapan

        Menurutnya, dukungan kepada petani menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu. Karena itu, SGN akan memperluas berbagai program pendampingan, termasuk bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, mekanisasi pertanian, serta dukungan budidaya lainnya.

        Mahmudi menilai keberhasilan swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas industri pengolahan, tetapi juga oleh produktivitas tebu di tingkat petani sebagai pemasok utama bahan baku.

        "Karena itu, kami akan terus memperluas pendampingan, mekanisasi, serta program peremajaan tanaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kemandirian gula nasional sesuai target pemerintah nantinya," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Mochamad Ali Topan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: