Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspor Agribisnis RI ke Lebanon Surplus US$44,8 Juta

Ekspor Agribisnis RI ke Lebanon Surplus US$44,8 Juta Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia mencatatkan surplus perdagangan pertanian senilai US$4,8 juta dengan Lebanon. Komoditas andalan penopang devisa tersebut meliputi produk kelapa, kelapa sawit, buah nanas, hingga kopi.


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan Indonesia akan semakin memperkuat peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Lebanon, khususnya kelapa dan crude palm oil (CPO).

"Mereka (Lebanon) menawarkan olive oil, kemudian saya minta ditambah ekspor kelapa dan CPO dari Indonesia ke Lebanon," jelas Amran dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (10/7/2026).

Hal ini disampaikan Mentan saat menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Lebanon untuk Indonesia, Salam Al Achkar, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis kemarin (9/7/2026)

Amran melanjutkan, Kementan berkomitmen menjaga tren pertumbuhan ekonomi yang positif ini melalui skema promosi dagang yang terarah. Penguatan nilai transaksi bilateral diproyeksikan bakal memberikan kontribusi besar bagi pendapatan sektor perkebunan nasional.

“Indonesia memiliki keunggulan pada komoditas tropis seperti kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, rempah-rempah, beras, dan buah-buahan tropis. Sebaliknya, Lebanon dikenal sebagai penghasil minyak zaitun, zaitun, anggur, buah sitrus, apel, tanaman obat, serta berbagai produk hortikultura bernilai tinggi,” terang Amran.

Pihak otoritas kedua negara sepakat untuk mempercepat harmonisasi regulasi guna memangkas hambatan birokrasi di pelabuhan. Langkah taktis ini diyakini akan semakin memperlebar celah penetrasi pasar bagi eksportir swasta domestik.

Sekadar informasi, Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki luas areal kelapa lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun. Potensi tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama berbagai produk turunan kelapa di pasar internasional.

Baca Juga: Ekspor ke Armenia Melonjak 83 Persen, Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Baru di INNOPROM 2026

Baca Juga: Soal Solar, Indonesia Tak Akan Impor Lagi dan Rusia Tak Akan Ekspor

Selain itu, Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Produksi minyak sawit nasional pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 56 juta ton, terdiri atas crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO), menjadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok minyak nabati dunia sekaligus salah satu penyumbang devisa terbesar dari sektor perkebunan.

Di sisi lain, Lebanon merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Sekitar 65–80 persen kebutuhan pangan Lebanon masih bergantung pada impor, termasuk hampir seluruh kebutuhan gandumnya. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemasok pangan yang andal sekaligus memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra