Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Transformasi IFG Tak Cukup Pangkas Entitas, Dony Oskaria Singgung Misinvestment

        Transformasi IFG Tak Cukup Pangkas Entitas, Dony Oskaria Singgung Misinvestment Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Transformasi Indonesia Financial Group (IFG) memasuki tahap penguatan tata kelola investasi setelah penyederhanaan entitas di sektor asuransi dan penjaminan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi persoalan ketidakseimbangan antara aset investasi dan kewajiban (liabilities) yang selama ini membebani industri asuransi BUMN.

        Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan transformasi IFG tidak boleh berhenti pada penyederhanaan struktur perusahaan. Menurutnya, pembenahan kualitas pengelolaan investasi menjadi faktor utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan asuransi milik negara.

        "Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi Badan Pengelola BUMN, Kamis (23/7/2026).

        Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Dony dengan jajaran direksi IFG yang membahas perkembangan transformasi holding, penguatan tata kelola, serta peningkatan efisiensi perusahaan asuransi BUMN.

        Menurut Dony, penyederhanaan entitas harus diikuti dengan perbaikan fundamental agar mampu mengurangi risiko keuangan yang selama ini membayangi industri asuransi pelat merah.

        Ia menilai berbagai persoalan yang pernah terjadi menunjukkan pentingnya keselarasan antara strategi investasi dengan kewajiban jangka panjang perusahaan. Tanpa pengelolaan yang disiplin, perusahaan berpotensi menghadapi tekanan likuiditas dan meningkatnya risiko keuangan.

        Dony juga mengingatkan masih terdapat ketidakseimbangan dalam portofolio investasi yang perlu segera diselesaikan. Menurutnya, kewajiban perusahaan terus meningkat, sementara sebagian aset investasi, khususnya di sektor properti, belum menghasilkan imbal hasil yang memadai.

        "Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat," tegasnya.

        Karena itu, IFG didorong membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi didasarkan pada analisis risiko yang sehat.

        Transformasi tersebut menjadi bagian dari program penyederhanaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dijalankan pemerintah. Di sektor asuransi dan penjaminan, IFG telah melakukan penyederhanaan terhadap 12 entitas.

        Baca Juga: Kuliah Kian Mahal, IFG Life Soroti Pentingnya Ketahanan Finansial

        Baca Juga: Biaya Sekolah Makin Mahal, IFG Life Ungkap Cara Menjaga Dana Pendidikan Anak Tetap Aman

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa program streamlining BUMN telah memangkas sekitar 250 entitas hingga Juli 2026. Langkah tersebut diklaim menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp50 triliun.

        Meski demikian, Dony menegaskan keberhasilan transformasi tidak cukup diukur dari jumlah entitas yang dikonsolidasikan atau besarnya efisiensi biaya. Menurutnya, keberlanjutan industri asuransi BUMN sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memperbaiki kualitas investasi, menjaga keseimbangan aset dan kewajiban, serta memperkuat tata kelola perusahaan.

        Pembenahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keuangan perusahaan asuransi BUMN sekaligus meminimalkan potensi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas industri pada masa mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: