Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ironi Londo Ireng: Netizen Sentil Sindiran Prabowo Kena Keluarganya Sendiri

        Ironi Londo Ireng: Netizen Sentil Sindiran Prabowo Kena Keluarganya Sendiri Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sindiran Presiden Prabowo Subianto terhadap sejumlah pihak, termasuk jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai londo ireng tengah menghebohkan jagat maya. 

        Bahkan 'Londo Ireng' kini tengah menjadi salah satu topik trending di platform X. Seorang netizen dengan akun @Dospe**** mengklaim pembasan londo ireng masih terkait dengan keluarga Prabowo sendiri.

        "Berbicara tentang londo ireng, pembahasannya tidak bisa dilepaskan dari ironi sejarah keluarga Prabowo," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (24/7).

        Ia menjelaskan, istilah ini awalnya digunakan untuk menyebut tentara Afrika Barat yang direkrut Belanda pada abad ke-19 dan dikirim ke Hindia Belanda untuk memperkuat pasukan kolonial. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam KNIL dan dikerahkan dalam berbagai perang menundukkan perlawanan rakyat Nusantara.

        Dalam perkembangannya, istilah londo ireng dipakai secara peyoratif untuk menyebut pribumi yang menjadi bagian dari kekuasaan kolonial, baik sebagai tentara, aparat, informan, maupun pejabat birokrasi.

        "Salah satu pribumi yang dapat dimasukkan ke dalam pengertian tersebut adalah Raden Tumenggung Mangkuprodjo, buyut Prabowo dari garis ayah, yang merupakan Asisten Wedana di Rembang, Purbalingga," jelasnya.

        "Ia menjadi bagian dari birokrasi pribumi yang menjalankan pemerintahan Hindia Belanda di tingkat lokal. Mangkuprodjo merupakan keturunan Raden Tumenggung Banyakwide, pengikut Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa," imbuhnya.

        Ironi semakin kuat ketika garis ibu Prabowo, Benjamin Thomas Sigar, memiliki leluhur yang pernah menjadi kapten pasukan kolonial dan ikut melemahkan kekuatan pasukan Diponegoro pada tahap akhir Perang Jawa. Padahal dari garis ayah, leluhur Prabowo sebelumnya adalah pengikut Pangeran Diponegoro.

        "Karena itu, saat Prabowo menggunakan istilah londo ireng untuk menyerang wartawan, pengamat, dan LSM yang kritis terhadap pemerintah, istilah tersebut membawa ironi sejarah yang sangat dekat dengan keluarganya sendiri," tandas akun tersebut.

        Sebelumnya, Prabowo dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026), menyebut mentalitas londo ireng masih ada hingga kini. Ia menilai sebagian orang Indonesia lebih senang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing daripada bangsa sendiri.

        Baca Juga: Mantan Wakil Menteri Blak-Blakan Ngaku Pernah Dimarahi Prabowo, 'Saya Pernah Dimarahin di Apartemen Dharmawangsa, Waduh Ngeri'

        "Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.

        "Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" imbuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: