Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nilai Investasi Alphabet di Anthropic Melonjak Jadi Rp2.223 Triliun

        Nilai Investasi Alphabet di Anthropic Melonjak Jadi Rp2.223 Triliun Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai investasi Alphabet Inc. di perusahaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) Anthropic melonjak hingga diperkirakan mencapai US$124,3 miliar atau sekitar Rp2.223 triliun per akhir Juni 2026. Lonjakan valuasi tersebut turut mendorong laba perusahaan, meski sebagian besar masih berupa keuntungan belum terealisasi (unrealized gain).

        Berdasarkan laporan kuartalan Alphabet kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), nilai investasi perusahaan pada perusahaan privat mencapai sekitar US$124,3 miliar per 30 Juni 2026. Mayoritas nilai tersebut berasal dari kepemilikan saham Alphabet di Anthropic.

        Sepanjang kuartal II-2026, Alphabet membukukan unrealized gain sekitar US$77 miliar dari investasi di perusahaan privat. Jika digabungkan dengan kenaikan valuasi investasi lain, termasuk SpaceX, total keuntungan investasi selama periode tersebut mendekati US$100 miliar dan berkontribusi terhadap peningkatan laba bersih perusahaan.

        Alphabet mulai menanamkan modal di Anthropic pada 2023 dengan investasi awal sekitar US$3 miliar. Pada awal 2026, perusahaan mengumumkan komitmen investasi tambahan hingga US$40 miliar.

        Dari jumlah tersebut, sekitar US$20 miliar telah direalisasikan hingga akhir kuartal II-2026. Artinya, Alphabet masih memiliki komitmen investasi sekitar US$20 miliar yang akan dicairkan secara bertahap hingga 2030 sesuai pencapaian target operasional dan keuangan Anthropic.

        Anthropic saat ini menjadi salah satu pesaing utama OpenAI di pasar AI generatif. Perusahaan juga memperoleh dukungan investasi dari Amazon dan dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

        Meski demikian, kenaikan valuasi investasi tersebut belum menghasilkan keuntungan kas bagi Alphabet. Nilai investasi masih bergantung pada harga IPO Anthropic dan kinerja saham perusahaan setelah tercatat di bursa.

        Di sisi lain, agresivitas Alphabet memperluas investasi AI mulai meningkatkan kebutuhan belanja modal perusahaan.

        Pada kuartal II-2026, Alphabet membukukan pendapatan sebesar US$119,8 miliar, melampaui proyeksi analis sebesar US$116,9 miliar. Google Cloud menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dengan pendapatan mencapai US$24,8 miliar atau melonjak 82% secara tahunan.

        Namun, ekspansi infrastruktur AI membuat arus kas bebas (free cash flow/FCF) Alphabet berbalik negatif sebesar US$5,86 miliar. Kondisi tersebut menjadi yang pertama sejak perusahaan melantai di bursa pada 2004.

        Baca Juga: Meta Bakal Jual Kapasitas Komputasi ke Anthropic Senilai Rp179,4 triliun

        Baca Juga: OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu

        Belanja modal (capital expenditure/capex) Alphabet juga meningkat menjadi US$44,97 miliar pada kuartal II-2026, naik sekitar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$36 miliar.

        Kepala Keuangan Alphabet Anat Ashkenazi mengatakan perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal sepanjang 2026 menjadi US$205 miliar, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar US$180 miliar hingga US$190 miliar.

        "Kami masih berada dalam kondisi pasokan yang terbatas," ujar Ashkenazi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: