Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Muktamar, Hasto PDIP Minta Jauhkan NU dari Tarik-Menarik Politik Praktis

        Jelang Muktamar, Hasto PDIP Minta Jauhkan NU dari Tarik-Menarik Politik Praktis Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyerukan pentingnya menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai upaya kooptasi dan intervensi politik praktis menjelang pelaksanaan Muktamar NU.

        Menurut Hasto, NU memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Bersama PNI, Muhammadiyah, serta berbagai komponen bangsa lainnya, NU dinilai turut membangun fondasi Indonesia melalui sejarah perjuangan kemerdekaan, visi kebangsaan, kesadaran geopolitik, dan tradisi Islam rahmatan lil’alamin.

        "NU terlalu besar untuk dilibatkan dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis. Jangan pernah coba-coba memecah belah NU demi ambisi kekuasaan. NU itu milik Indonesia dan dunia yang ditakdirkan dengan jiwa keislaman serta konsepsi pemikiran yang luar biasa," tegas Hasto.

        Hasto mengaku kagum terhadap pemikiran visioner para pendiri NU yang menurutnya tergambarkan dalam logo organisasi tersebut.

        “Logo NU sangat membumi, visioner dan futuristik. Apalagi dengan kontribusi patriotismenya melalui Resolusi Jihad di dalam perjuangan mengusir bala tentara Sekutu yang ditunggangi NICA untuk menjajah kembali Indonesia," ujarnya.

        Ia menilai sinergi antara kebangsaan dan agama perlu diawali dengan penggalian sejarah yang benar mengenai peran NU dan PNI dalam perjalanan Indonesia serta dunia.

        Menurut Hasto, pemahaman sejarah tersebut dapat menjadi dasar untuk merancang gerakan Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan nasional, mulai dari kondisi fiskal, moneter, pertumbuhan sektor riil, hingga persoalan dalam sistem hukum nasional.

        "Penggalian terhadap sejarah yang benar ini kemudian dirancang menjadi pergerakan Indonesia yang saat ini sedang dilanda kegelapan fiskal, moneter, dan pertumbuhan sektor riil, serta akibat kegelapan dalam sistem hukum nasional,” kata Hasto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: