Diungkap Trump, Iran Diam-diam Lanjutkan Negosiasi dengan Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa diam-diam negosiasi tengah berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat. Pengakuan tersebut disampaikan di tengah hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai ketegangan dan berbagai aksi saling menekan.
Menurut Trump, komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung dan bahkan berjalan dalam suasana yang positif. Ia menggambarkan proses tersebut sebagai "negosiasi yang sangat bersahabat."
Baca Juga: Iran Sudah Alami Kemunduran seperti Venezuela, Amerika: Dunia Hanya Belum Menyadarinya
"Dan saat ini mereka sedang berbicara dengan kami untuk membuat sebuah kesepakatan," kata Trump, dikutip Selasa (28/7/2026).
Trump juga menegaskan bahwa perubahan sikap ini tidak terlepas dari kondisi yang kini dihadapi negara tersebut setelah berbagai operasi yang dilakukan Washington.
Selain membahas negosiasi, sang presiden juga kembali mengkritik pendekatan pemerintahan-pemerintahan negaranya yang sebelumnya dinilai terlalu lunak terhadap Iran. Menurutnya, selama puluhan tahun hal tersebut dimanfaatkan oleh Teheran.
"Selama 47 hingga 50 tahun mereka terus berbicara dan yang mereka lakukan hanyalah mempermainkan semua orang," ujar Trump.
Iran menurutnya selama ini bukan hanya menjadi kekuatan dominan di kawasan, tetapi juga berhasil menekan negaranya melalui strategi diplomasi yang dijalankan oleh mereka.
"Mereka adalah pengganggu di Timur Tengah dan mereka juga mengganggu kami," katanya.
Trump menegaskan bahwa pendekatan pemerintahannya berbeda karena menggabungkan tekanan militer, sanksi ekonomi dan diplomasi secara bersamaan.
Meski mengungkap adanya negosiasi yang berlangsung, sang presiden tidak menjelaskan secara rinci materi pembicaraan maupun tahapan kesepakatan yang sedang dibahas oleh kedua negara.
Baca Juga: Kesal Indonesia Sudah Hancur, Ada yang Ingin Bikin Jokowi 'Berdarah-Darah' Gegara Polemik Ijazah
Hingga kini, Iran juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim Trump. Namun, pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa jalur diplomatik antara kedua negara masih terbuka di tengah hubungan yang tetap dipenuhi ketegangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: