Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Stok Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton, Kementan Garansi Pangan Aman Hadapi El Nino

        Stok Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton, Kementan Garansi Pangan Aman Hadapi El Nino Kredit Foto: Dok. Kementan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pertanian menggaransi ketersediaan bahan pangan pokok nasional tetap berada dalam kondisi aman di tengah ancaman anomali cuaca El Nino. Otoritas pertanian  Republik Indonesia ini memastikan stok cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

        Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat ditemui awak media di kompleks Istana Negara, Selasa (28/7/2026).

        "Dan yang terpenting, hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi Insyaallah aman,” ujar Amran.  

        Menurut Amran, berbekal jumlah cadangan tersebut, ketahanan pasokan beras nasional diperkirakan sanggup bertahan hingga sepuluh bulan ke depan. Masa ketahanan pasokan ini dinilai mampu menutupi kebutuhan konsumsi harian sampai memasuki siklus puncak panen raya di bulan Maret.

        "Kalau kita hitung 10 bulan ke depan, sekarang Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret. Ini overlap. Maret itu panen puncak. Jadi sama,” tutur dia.  

        Selain cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog, Amran menjelaskan pasokan beras nasional juga ditopang oleh ketersediaan tanaman padi yang siap panen di kawasan irigasi serta stok simpanan masyarakat dan sektor usaha hulu.

        "Standing crop nilainya itu kurang lebih 11, 10, 11 juta ton. Standing crop yang ditanam sekarang daerah irigasi, itu kan tetap produksi walaupun ada kering. Yang kedua adalah di hotel, rumah itu ada 12 juta ton," jelas Amran.  

        Dengan kombinasi ketersediaan stok fisik dan ketahanan cadangan logistik di berbagai sektor tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasokan pangan nasional tidak akan terganggu.

        Sebelumnya diketahui, Kementerian Pertanian mempercepat pelaksanaan program gerakan pompanisasi di berbagai daerah pertanian Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai mitigasi utama dalam menghadapi potensi fenomena alam El Nino pada tahun 2026 menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

        Mentan Amran, menjelaskan pemerintah berupaya keras mengamankan stabilitas sektor pasokan pangan dari ancaman kekeringan ekstrem. Upaya antisipasi sejak dini ini difokuskan untuk membantu para petani lokal agar tetap dapat turun menanam.

        "Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," kata Mentan Amran dalam keterangan resmi Kementan, Jumat (3/7/2026).

        Baca Juga: Mitigasi Kekeringan Nasional 2026, Kementan Siapkan 56 Ribu Unit Pompa Air

        Baca Juga: Sempat Anjlok Rp12.000, Kementan Patok Target Harga Ayam Hidup Minimal Rp19.500

        Selain itu, Kementerian Pertanian menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mitigasi kekeringan nasional. Program pompanisasi ini menjadi strategi utama pemerintah untuk memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air di tengah ancaman kemarau.

        Amran menegaskan, pompanisasi merupakan solusi paling cepat untuk mengantisipasi krisis pangan akibat dampak kekeringan. Pengalaman menghadapi El Nino membuktikan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pangan nasional, terutama padi.

        "Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," tegas Amran dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: