Digaji Dolar, Pemerintah Mongolia Buka 8.000 Lowongan Kerja untuk Warga Jakarta
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Di tengah persaingan mencari pekerjaan yang masih cukup ketat, kabar baik datang bagi warga Jakarta. Pemerintah Mongolia membuka ribuan lowongan kerja yang bisa menjadi peluang baru bagi pencari kerja Indonesia, dengan tawaran gaji dalam mata uang dolar AS.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Taufik, mengatakan Pemerintah Mongolia menyediakan sekitar 8.000 lowongan kerja khusus bagi warga Jakarta.
"Sekarang Mongolia sudah membuka kesempatan untuk warga DKI Jakarta untuk bekerja di Mongolia, jadi lowongan kerjanya sekitar 8.000 orang," kata Taufik saat pembukaan Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur, dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).
Menurut Taufik, peluang tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, terutama di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga: Lengkap! Daftar Tanggal Merah Agustus 2026 dan Rekomendasi Cuti
Ia menjelaskan, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja itu diperoleh setelah Disnakertransgi menerima audiensi dari perwakilan Pemerintah Mongolia pada pekan lalu.
Salah satu sektor yang membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia adalah bidang perhotelan. Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pekerja di sektor tersebut akan memperoleh gaji sekitar 500 hingga 900 dolar AS atau setara sekitar Rp9 juta hingga Rp16 juta per bulan.
Besaran gaji itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari kerja. Namun, setiap calon pekerja tetap diwajibkan memenuhi persyaratan dan kompetensi yang ditentukan sebelum diberangkatkan ke Mongolia.
Meski demikian, proses perekrutan belum bisa langsung dimulai. Saat ini, pihak terkait masih menunggu terbitnya surat izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
"Saat ini sedang menunggu surat izin perekrutan dari KP2MI, dan September ini akan menempatkan," ujarnya.
Taufik menilai peluang kerja di luar negeri saat ini cukup terbuka sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu pilihan untuk memperoleh pekerjaan.
Baca Juga: Analis: Sudah Waktunya Prabowo Mengakhiri 'Bulan Madu' dengan Orang-orangnya Jokowi
"Jadi teman-teman pencari kerja, ini kesempatan, bukan kami mengarahkan pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri, tetapi memang saat ini dengan kondisi perekonomian kita saat ini, dan memang peluang kerja di luar negeri memang memungkinkan," ucap Taufik.
Selain membuka akses kerja ke luar negeri, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng KP2MI untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar lebih siap bersaing.
Program tersebut meliputi peningkatan keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri sekaligus penguatan kemampuan berbahasa agar para pekerja mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.
"Jadi kami ada kerja sama dengan KP2MI untuk peningkatan kapasitas CPMI sendiri, baik itu peningkatan skill (keterampilan) tekniknya maupun peningkatan dalam penguasaan bahasa," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri