Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Al Nassr Terjerat Utang Rp3,9 Triliun, Klub Cristiano Ronaldo Ambil 3 Langkah Darurat

        Al Nassr Terjerat Utang Rp3,9 Triliun, Klub Cristiano Ronaldo Ambil 3 Langkah Darurat Kredit Foto: Instagram/cristiano
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Al Nassr menghadapi masalah finansial serius setelah mencatatkan utang mencapai 800 juta riyal atau sekitar Rp3,9 triliun. Kondisi tersebut membuat klub Cristiano Ronaldo harus mengambil langkah darurat untuk menjaga stabilitas keuangan.

        Masalah finansial itu muncul setelah Al Nassr berhasil mengakhiri puasa gelar Liga Arab Saudi pada musim lalu. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya menjadi juara Saudi Pro League setelah mengalahkan rival mereka, Al Hilal.

        Namun, keberhasilan tersebut justru diikuti persoalan keuangan yang cukup besar. Media Arab Saudi Al Riyadiyah melaporkan utang Al Nassr mencapai 800 juta riyal yang disebut berasal dari keputusan finansial selama musim terakhir.

        Krisis tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas klub pada musim 2026/2027. Al Nassr dilaporkan tidak bisa merekrut pemain baru karena kondisi keuangan yang sedang bermasalah.

        Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik Al Nassr kemudian menyiapkan sejumlah langkah untuk menyelamatkan kondisi klub. Ada tiga strategi utama yang disiapkan untuk mengurangi beban finansial sekaligus menjaga keberlangsungan klub.

        Langkah pertama ialah membatasi sejumlah kewenangan finansial manajemen eksekutif di dalam perusahaan klub. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperketat pengelolaan keuangan Al Nassr.

        Langkah kedua berupa perekrutan firma keuangan dan hukum independen. Firma tersebut akan membantu meningkatkan pendapatan komersial sekaligus merampingkan pengeluaran klub.

        Langkah ketiga ialah mempertimbangkan tawaran dari sejumlah calon investor atau pembeli Al Nassr. PIF disebut tengah mempertimbangkan dua tawaran serius untuk berinvestasi di klub berjuluk The Global Club tersebut.

        PIF disebut lebih memilih opsi akuisisi sebagian dibandingkan menjual Al Nassr secara penuh. Skema tersebut memungkinkan klub mendapatkan suntikan dana tanpa harus kehilangan seluruh kepemilikan.

        Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dinilai Lebih Besar daripada Timnas Portugal, Kepergiannya Disebut Jadi Pukulan Besar

        Langkah penyelamatan tersebut diambil untuk mempertahankan nilai finansial dan pemasaran Al Nassr. PIF juga ingin menjaga basis penggemar klub sekaligus mencegah utang kembali bertambah.

        Kondisi ini membuat keberhasilan Al Nassr meraih gelar Saudi Pro League musim lalu harus dibayar dengan pekerjaan rumah besar. Klub kini dituntut memperbaiki tata kelola keuangan agar tetap mampu bersaing tanpa memperburuk beban utang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: