- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Waskita Karya Dampingi Komisi VI DPR Tinjau Lokasi Huntara Aceh Tamiang, Pastikan Sudah Ditempati Warga Terdampak Bencana
Kredit Foto: Waskita Karya
Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkunjung langsung ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Pembangunan proyek pemulihan pascabencana tersebut telah dirampungkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama sejumlah BUMN Karya lainnya.
Kunjungan DPR ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap penanganan bencana di berbagai daerah. Agenda tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga korban banjir yang sudah menempati Huntara.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memimpin langsung kegiatan, didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Hambra, serta Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management (DAM) Dian Takdir Bardsyah. Hadir pula Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho bersama Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko, serta jajaran direksi BUMN Karya.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan ke Aceh Tamiang demi melihat langsung kondisi fasilitas hunian di sana. Andre memastikan kelayakan dan kenyamanan Huntara selama masyarakat menunggu penyelesaian Hunian Tetap (Huntap).
Baca Juga: Anies Tampung Curhatan Warga Aceh Korban Banjir Bandang: 'Huntara itu Panas Banget Pak'
Ia mengungkapkan, struktur fisik Huntara masih berdiri kokoh dan mampu menampung seluruh pengungsi. Hanya saja terdapat beberapa bagian yang membutuhkan pembenahan.
"Kami sudah meminta kepada seluruh direksi karya yang melakukan pembangunan Huntara mengecek kembali bangunannya. Kemudian memperbaiki kualitasnya kalau ada kerusakan-kerusakan, supaya pengungsi tetap nyaman," ujar Andre.
Sesuai arahan Komisi VI DPR, sejumlah BUMN Karya salah satunya Waskita Karya berencana segera melakukan pemeriksaan sekaligus pembenahan. Harapannya, masyarakat terdampak bencana tetap nyaman selama tinggal di Huntara.
Pembangunan hunian ini merupakan wujud kolaborasi antara Danantara, pemerintah, dengan BUMN Karya guna mendorong para korban bencana agar cepat pulih dan bangkit. Para kontraktor pun berkomitmen mempercepat pengerjaannya, supaya bisa segera digunakan.
Dikutip dari keterangan resmi Waskita Karya sebelumnya, mereka mengatakan saat membangun Huntara, timnya di lapangan terus bekerja 24 jam secara bergantian tanpa kenal lelah demi memulihkan kembali daerah Aceh. Hanya dalam waktu enam hari, Perseroan berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian demi membantu saudara-saudara kita yang terdampak.
Selain mengerjakan bangunan hunian berukuran 4,5×4,5 meter (m), BUMN Karya turut membangun unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) serta Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP). Ada pula musala berukuran 5x5 m dan tempat wudu yang juga seluas 5×5 m.
Kawasan Huntara dilengkapi pula dengan dapur umum seluas 5x7 m. Kemudian disediakan bangunan toren, drainase precast, serta dilengkapi Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP).
Kemudian dibangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan Huntara.Tujuannya agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar.
Seluruh BUMN Karya terus berkomitmen mengawal kebangkitan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang melalui aksi nyata percepatan pembangunan fasilitas hunian dan pemulihan infrastruktur dasar. Dalam pernyataan sebelumnya, Waskita juga menegaskan, pengerjaan Huntara bukan sekadar menghadirkan tempat tinggal, tapi upaya menciptakan harapan baru bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: