Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Properti Turun 25,67%, Pinhome Catat Pencarian Rumah Justru Naik

        Penjualan Properti Turun 25,67%, Pinhome Catat Pencarian Rumah Justru Naik Kredit Foto: Sapphire Graha
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Riset Pinhome mencatat minat masyarakat mencari rumah semakin meningkat 13% pada semester I-2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Sayangnya, angka tersebut tidak tercermin pada data transaksi. Artinya, mayoritas pembeli masih berada pada tahap pencarian dan belum ada keputusan membeli.

        CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata menekankan bahwa perlambatan permintaan memang masih terjadi, dipengaruhi oleh gelombang PHK, kenaikan harga material bangunan, hingga cuaca ekstrem yang membuat masyarakat lebih berhati-hati membeli rumah.

        "Demand memang secara umum softening, melambat di semester 1 2026 ini. Tidak mengejutkan karena kita juga sudah lihat dan merasakan tanda-tandanya," ujar Dara dalam Konferensi pers Tren Properti: Hunian Sebagai Simbol Peningkatan Kualitas Hidup di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

        Hal itu sejalan dengan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI yang mencatatkan bahwa secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer anjlok 25,67% secara tahunan (yoy).

        Lebih lanjut, Dara mengatakan rumah siap huni atau secondary kini lebih banyak diminati oleh konsumen. Bahkan, developer yang ingin membangun perumahan saja cenderung untuk menghabiskan inventory terlebih dahulu.

        "Developer dan pemilik properti kalau mereka mau membangun mereka bilang abisin inventory dulu. Karena membangun baru material harganya sudah mahal, banjir naik, perkabelan naik, biaya tukang naik, upah naik," ucapnya.

        Baca Juga: Daya Beli Melemah, Rumah Rp300 Juta Masih Jadi Favorit Pembeli

        Baca Juga: Danantara Gelar Housing Expo 2026 untuk Perluas Akses Kepemilikan Rumah Masyarakat

        Selain rumah siap huni, konsumen juga mulai melirik kawasan penyangga dengan harga terjangkau yang dekat dengan akses transportasi seperti LRT Jabodebek. Tercatat, di kota Bekasi pencarian dan peminat properti naik dari 11% ke 12% dan Kabupaten Bekasi naik dari 6% ke 7%.

        "Jadi secara umum, akses transportasi ini mendukung pertumbuhan properti di kota-kota penyangga, terutama ketika masyarakat mencari alternatif hunian yang lebih murah untuk luasan yang lebih baik," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: