Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mahfud MD Kritisi Kebijakan Spontan Prabowo, Sebut Menkeu Purbaya Paling Kasihan

        Mahfud MD Kritisi Kebijakan Spontan Prabowo, Sebut Menkeu Purbaya Paling Kasihan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengritik pola pengambilan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu spontan.

        Akibatnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kerap berada dalam posisi sulit karena harus mencari sumber pendanaan tanpa perencanaan anggaran yang matang.

        Kritik tersebut disampaikan Mahfud dalam tayangan siniar (podcast) di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (28/7/2026). Ia menyoroti sejumlah polemik, salah satunya terkait rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI).

        "Presiden bilang langsung, semuanya nunduk mencari cara untuk dilaksanakan. Yang paling kasihan itu Purbaya, Menteri Keuangan. Purbaya terus harus menjelaskan uangnya dari mana," ujar Mahfud.

        Menurut Mahfud, setiap pembentukan lembaga negara maupun program pemerintah seharusnya melalui prosedur formal yang diatur dalam sistem pemerintahan.

        Selain itu, lembaga atau program tersebut harus memiliki nomenklatur resmi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebelum diumumkan ke publik.

        Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga memaklumi posisi para menteri yang tidak mungkin secara terbuka menyalahkan langkah kepala negara.

        Oleh karena itu, ia menekankan agar Presiden Prabowo lebih berhati-hati agar setiap kebijakan yang disampaikan telah melalui pembahasan teknis yang kuat.

        "Menteri Keuangan tidak boleh mengatakan Presiden salah. Seperti halnya ketika saya menjadi Menko dulu, saya juga tidak boleh mengatakan Presiden salah. Oleh sebab itu presidennya yang harus hati-hati," tegasnya.

        Selain polemik URI, Mahfud menilai gaya kepemimpinan spontan ini juga terlihat pada sejumlah gagasan pemerintah lainnya.

        Ia turut menyinggung program-program seperti Board of Peace, Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan reciprocal trade dengan Amerika Serikat, hingga program gentengisasi yang dinilainya kini minim kelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: