Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Murka Setelah Netanyahu Buka-bukaan Soal Nuklir Iran, Israel Langsung Bereaksi

        Trump Murka Setelah Netanyahu Buka-bukaan Soal Nuklir Iran, Israel Langsung Bereaksi Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah keduanya berbeda sikap terkait isu fasilitas nuklir bawah tanah Iran. Trump mengaku kecewa karena informasi sensitif itu lebih dulu disampaikan Netanyahu ke ruang publik.

        Menurut Trump, pembahasan mengenai fasilitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe semestinya disampaikan secara langsung kepadanya, bukan diumumkan di hadapan publik. Ia mempertanyakan keputusan Netanyahu yang membuka isu tersebut secara terbuka.

        "Saya mendengar Bibi mengumumkannya. Saya berkata, 'Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (29/7/2026).

        Presiden AS itu menilai langkah Netanyahu bukan tanpa tujuan. Trump menduga sekutunya tersebut berusaha mempertahankan keterlibatan Washington dalam dinamika konflik dengan Iran.

        "Saya tidak membutuhkan Bibi untuk memberitahu saya mengenai hal itu. Bibi mengatakan hal tersebut karena dia ingin saya tetap terlibat," katanya.

        Trump menegaskan pemerintah AS telah mengetahui perkembangan di fasilitas nuklir Gunung Pickaxe. Bahkan, menurutnya, Washington memahami secara rinci kondisi yang terjadi di lokasi tersebut.

        Ia juga mengklaim sebagian besar infrastruktur militer Iran telah berhasil dihancurkan oleh militer AS. Meski demikian, fasilitas di Gunung Pickaxe disebut masih menjadi perhatian dalam strategi Washington terhadap Teheran.

        Trump kemudian memperingatkan bahwa fasilitas tersebut tetap berpotensi menjadi sasaran apabila upaya diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan baru.

        "Kita harus melumpuhkan Pickaxe jika kita tidak mencapai kesepakatan... kita akan melumpuhkannya dengan sangat mudah," tegasnya.

        Pernyataan Trump memicu respons dari pihak Israel. Pemerintah Israel membantah anggapan bahwa Netanyahu berusaha mengarahkan atau memengaruhi kebijakan luar negeri Presiden AS, khususnya terkait Iran.

        Baca Juga: Iran Tak Luluh Meski Ukraina Akui Salah, Kyiv Tetap Ditagih Ganti Rugi Serangan Kapal

        Direktur Komunikasi Perdana Menteri Israel, Tzipi Hotovely, menegaskan tidak benar jika Israel disebut mendesak Washington mengambil langkah tertentu terhadap Teheran.

        "Tidak benar klaim yang menyebutkan bahwa Israel mendesak AS untuk mengambil langkah tertentu terkait isu Iran," ujar Hotovely.

        Ia juga membantah Netanyahu mendikte arah kebijakan Trump. Menurutnya, kedua pemimpin memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, meski cara yang ditempuh dapat berbeda.

        "Perdana Menteri tidak mendikte Presiden AS mengenai apa yang harus dilakukan ataupun mendorongnya ke arah kebijakan tertentu. Kedua pihak sama-sama ingin mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: