Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Kalau Prabowo Anggap Acuh Hasil Survei SMRC, Saya Yakin Kepemimpinannya Akan Berakhir Sebelum 2029'

        'Kalau Prabowo Anggap Acuh Hasil Survei SMRC, Saya Yakin Kepemimpinannya Akan Berakhir Sebelum 2029' Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto harus dibaca sebagai alarm bahaya bagi keberlangsungan kekuasaannya.

        Berdasarkan data SMRC, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo merosot tajam dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi hanya 51,1 persen pada Juli 2026. Menurut Fernando, hasil tersebut tidak mengejutkan karena sejalan dengan kinerja anggota kabinet serta gaya kepemimpinan presiden.

        "Termasuk cara Prabowo merespon kritik yang terkesan tidak terima dan sering kali membuat narasi permusuhan terhadap para pengkritiknya," ujar Fernando dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

        Sudah seharusnya hasil survei tersebut menjadi rujukan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh tim anggota Kabinet Merah Putih (KMP) dan gaya kepemimpinannya.

        Fernando menegaskan, hasil survei ini sudah seharusnya dijadikan rujukan utama oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi secara menyeluruh seluruh anggota Kabinet Merah Putih (KMP) beserta gaya kepemimpinannya.

        "Lakukan evaluasi dan tindakan pembenahan terkait dengan ketidakpuasan masyarakat," jelasnya.

        Ia mendesak agar presiden segera mengambil tindakan pembenahan konkret, termasuk melakukan perombakan (reshuffle) terhadap menteri-menteri yang dinilai berkinerja buruk, sibuk mengurusi partai politik, atau melakukan manuver politik demi kepentingan Pilpres 2029.

        "Termasuk melakukan reshuffle terhadap para anggota kabinetnya yang berkinerja buruk atau sibuk mengurusi partainya atau bahkan melakukan manuver untuk bisa ikut sebagai kontestan pilpres 2029," tandasnya.

        "Kalau Prabowo menganggap acuh terhadap hasil survei tersebut, saya yakin sekali bahwa Prabowo akan mengakhiri masa kepemimpinannya sebelum 2029," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: