Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Besar di Gerindra, Tak Mustahil Dedi Mulyadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029

        Bukan Besar di Gerindra, Tak Mustahil Dedi Mulyadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Jhon Sitorus menilai tidak mustahil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akan berhadapan dengan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

        Meski keduanya kini sama-sama petinggi Partai Gerindra, Jhon menekankan bahwa KDM sebenarnya besar di Partai Golkar dan sudah menjadi kader sejak 1999.

        "Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu besar di Golkar, bukan Gerindra. KDM bahkan sudah jadi kader Golkar sejak 1999, dan sempat jadi ketua DPD Golkar Jawa Barat sebelum pindah ke Gerindra," tulisnya di akunĀ  X pribadinya, dikutip Kamis (30/7).

        "Jadi kalo dia diadu dengan pak Prabowo di Pilpres 2029 nanti, itu bukan sesuatu yang mustahil," imbuhnya.

        Rekam jejak KDM bersama Golkar disebut tidak bisa dihapus begitu saja. Menurut Jhon, ini hanya soal partai mana yang memberi tawaran paling menarik bagi KDM.

        Baca Juga: Elektabilitas Dedi Mulyadi Kalahkan Prabowo, Dasco: Ya Namanya Survei

        Saat ini, Dedi Mulyadi menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Sebelum bergabung dengan Gerindra pada Mei 2023 menjelang Pemilu 2024, KDM merupakan kader senior Golkar, pernah menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Bupati Purwakarta dua periode, serta Anggota DPR RI dari fraksi Golkar.

        Dalam survei nasional terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Rabu (29/7/2027), simulasi head to head menunjukkan Dedi Mulyadi unggul dengan 59% suara, sementara Prabowo hanya 28,3%. Adapun 12,7% responden menyatakan belum menentukan pilihan atau masih ragu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: