Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa situasi geopolitik global saat ini berada dalam kondisi yang sangat rawan. Menurutnya, konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi internasional, termasuk Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama para pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/7/2026).
"Kita masih menghadapi situasi dunia dan geopolitik yang sangat-sangat rawan. Sejak awal pemerintahan, saya sudah mengingatkan agar kita berhati-hati karena kondisinya semakin tidak menentu," kata Prabowo.
Prabowo mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Menurutnya, durasi konflik tersebut bahkan berpotensi melampaui Perang Dunia II yang berlangsung sekitar empat setengah hingga lima tahun.
"Perang di Ukraina sudah memasuki tahun keempat dan mungkin bisa berlangsung lebih lama dari Perang Dunia Kedua," ujarnya.
Ia mengatakan jutaan orang telah menjadi korban akibat perang tersebut. Selain menimbulkan dampak kemanusiaan, konflik di Eropa juga memengaruhi berbagai sektor ekonomi global, termasuk harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).
"Perang di satu bagian dunia ternyata memiliki pengaruh ke mana-mana, termasuk terhadap harga pangan dan harga BBM," kata Prabowo.
Presiden juga menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas di tengah perang Ukraina yang belum usai. Ia menyebut situasi di Gaza, Lebanon, hingga ketegangan yang melibatkan Iran di kawasan Teluk dan Selat Hormuz masih berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.
"Belum selesai perang di Ukraina, situasi di Gaza, Lebanon, dan Timur Tengah justru semakin memburuk. Konflik yang melibatkan Iran juga belum selesai dan kemungkinan akan berlangsung cukup lama," ujarnya.
Prabowo turut mengingatkan potensi ancaman perang nuklir yang, menurutnya, tidak boleh diremehkan, baik dalam konflik di Ukraina maupun di Timur Tengah.
"Bahkan, bahaya perang nuklir tidak bisa kita anggap sepele, baik di Ukraina maupun di Timur Tengah," kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mencermati perkembangan geopolitik global mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi perekonomian dan stabilitas nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: