Kredit Foto: Istimewa
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta terus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di Jepang.
Dalam kunjungannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, rombongan KADIN DKI Jakarta yang dipimpin Ketua Umum Diana Dewi diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, untuk membahas berbagai peluang peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis antara Indonesia dan Jepang.
Dalam pertemuan tersebut, KADIN DKI Jakarta hadir bersama jajaran pengurus serta 10 perusahaan anggota yang sebelumnya mengikuti rangkaian Business Matching di Tokyo.
Mereka menyampaikan berbagai pengalaman, peluang, hingga potensi kerja sama yang berhasil dijajaki dengan perusahaan-perusahaan Jepang sebagai langkah awal menuju kolaborasi bisnis yang lebih konkret.
Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, menyampaikan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang akan memasuki usia 70 tahun pada 2028.
Momentum tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat hubungan kedua negara, tidak hanya dalam aspek diplomasi, tetapi juga melalui peningkatan perdagangan, investasi, inovasi, dan kolaborasi antarpelaku usaha.
Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai program ekonomi KBRI Tokyo, termasuk pengembangan Indonesian Corner di berbagai Kantor Konsuler Republik Indonesia (Konhor RI) di Jepang. Program tersebut menjadi ruang promosi yang menampilkan informasi mengenai Indonesia sekaligus etalase berbagai potensi perdagangan, investasi, pariwisata, budaya, hingga produk unggulan nasional.
Menurut Diana, keberadaan Indonesian Corner dapat menjadi pintu masuk baru bagi anggota KADIN DKI Jakarta untuk memperkenalkan produk, layanan, dan peluang investasi kepada calon mitra bisnis di berbagai wilayah Jepang.
"Kalau selama ini kita membangun hubungan melalui pertemuan, ke depan kita harus membangun kepercayaan melalui kehadiran. Indonesian Corner dapat menjadi etalase permanen yang mempertemukan produk Indonesia dengan kebutuhan pasar Jepang," ujar Diana Dewi.
Sebagai tindak lanjut, KADIN DKI Jakarta akan memperkuat kolaborasi melalui pembangunan pipeline perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki potensi untuk dipertemukan secara rutin dengan anggota KADIN DKI Jakarta. Skema tersebut diharapkan menciptakan hubungan bisnis yang lebih berkelanjutan, sehingga business matching tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkembang menjadi kemitraan usaha yang menghasilkan transaksi nyata.
Diana menegaskan bahwa dunia usaha membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan kebutuhan kedua belah pihak secara konsisten. Oleh karena itu, KADIN DKI Jakarta siap menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha Jakarta dengan calon mitra strategis di Jepang.
"Target kami bukan sekadar memperbanyak pertemuan, tetapi memperbanyak kerja sama. Ketika pipeline bisnis terbangun, peluang investasi, perdagangan, dan transfer teknologi akan mengalir lebih cepat dan lebih berkelanjutan," tegas Diana.
Ia menambahkan, Jepang tetap menjadi salah satu mitra ekonomi paling strategis bagi Indonesia. Dengan reputasi Jepang dalam kualitas industri, teknologi, dan inovasi, serta besarnya potensi pasar Indonesia, kolaborasi kedua negara diyakini akan semakin memberikan nilai tambah bagi dunia usaha di masa depan.
Melalui sinergi bersama KBRI Tokyo, KADIN DKI Jakarta berharap semakin banyak perusahaan Indonesia, khususnya anggota KADIN DKI Jakarta, yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menjadi bagian dari rantai pasok global melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan perusahaan-perusahaan Jepang.
"Hubungan Indonesia dan Jepang telah dibangun selama puluhan tahun. Kini saatnya dunia usaha mengubah hubungan baik itu menjadi lebih banyak investasi, lebih banyak perdagangan, dan lebih banyak kisah sukses baru bagi pengusaha kedua negara," tutup Diana Dewi.(*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: