Kredit Foto: Istimewa
PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengalokasikan 99,1% dari total belanja modal (capital expenditure/capex) semester I-2026 sebesar US$83,1 juta untuk pengembangan bisnis non-batubara.
Langkah tersebut menegaskan strategi perseroan mempercepat diversifikasi usaha di luar sektor batu bara.
Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand mengatakan alokasi belanja modal tersebut difokuskan untuk memperkuat portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan, terutama pengembangan proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.
"Kinerja Semester I-2026 menunjukkan penguatan operasional di berbagai lini bisnis, tercermin dari pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan adjusted EBITDA. Pada saat yang sama, alokasi lebih dari 99% belanja modal ke bisnis non-batubara, terutama pengembangan proyek Awak Mas, menegaskan disiplin kami dalam membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, resilien, dan berkelanjutan," ujar Azis Armand," dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, (2/8/2026).
Dari total belanja modal US$83,1 juta, sekitar US$82,4 juta atau 99,1% dialokasikan untuk pengembangan bisnis non-batubara.
Porsi terbesar digunakan untuk proyek emas Awak Mas melalui PT Masmindo Dwi Area yang telah memasuki tahap konstruksi.
Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan proyek Awak Mas telah mencapai 60,63%.
Perseroan menargetkan penyelesaian konstruksi pada kuartal IV-2026, dengan produksi emas pertama (first gold pour) dijadwalkan pada kuartal I-2027.
Baca Juga: INDY Bungkam Rumor Jual Kideco, Manajeman Malah Ungkap Saat Ini Masih Sumbang 72,8% Pendapatan
Baca Juga: Wadirut Pertamina Beberkan Strategi Perusahaan dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Selain mempercepat proyek emas, Indika juga terus mengembangkan portofolio bisnis non-batubara di berbagai sektor, termasuk mineral, kendaraan listrik, energi terbarukan, serta jasa dan infrastruktur, sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara.
Di sisi kinerja keuangan, Indika membukukan pendapatan sebesar US$1,15 miliar pada semester I-2026 atau naik 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi US$10,2 juta dari US$2,2 juta pada semester I-2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: