Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Buka Pintu PSI ke Solo, Said Didu Sentil: Solo Banyak Uang

        Jokowi Buka Pintu PSI ke Solo, Said Didu Sentil: Solo Banyak Uang Kredit Foto: Instagram/Said Didu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) boleh datang ke Solo jika membutuhkan bantuan.

        Said Didu menyindir bahwa di Solo banyak uang, dan menduga ucapan Jokowi tersebut merupakan kode agar oligarki pendukungnya segera mengisi brankas.

        "Wwooowww - Solo banyak uang nih. Ini kode ke Oligarki pendukung agar segera mengisi brankas," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (2/8).

        Sebelumnya, Jokowi menegaskan pentingnya kader PSI untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

        Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).

        "Untuk kader PSI, khususnya DPD Kota Kupang, saya titip, kita selalu berada di tengah-tengah rakyat. Dengarkan keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan yang ada," ucapnya.

        Baca Juga: Jokowi Dorong PSI Bangun ‘Mesin CC Besar’ Menuju Kemenangan 2029

        Ia berharap kader PSI dapat menyelesaikan persoalan masyarakat. Namun, jika tidak bisa, mereka dapat meminta bantuan pengurus partai. Jokowi juga membuka peluang bagi kader untuk datang ke kediamannya di Solo jika masalah tidak terselesaikan.

        "Kalau bisa diselesaikan sendiri, selesaikan. Kalau tidak bisa, sampaikan kepada Ketua DPD, kemudian Ketua DPW, lalu DPP. Kalau belum bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi, jangan sedikit-sedikit ke Solo," ungkap Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: