Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Klaim Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Segera Tercapai, Bahas Nuklir hingga Selat Hormuz

        Trump Klaim Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Segera Tercapai, Bahas Nuklir hingga Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pihaknya akan segera mencapai kesepakatan dengan Iran. Kesepakatan tersebut akan terkait dengan program nuklir negara tersebut dan Selat Hormuz.

        Trump mengatakan pembicaraan yang berlangsung akan segera menyelesaikan masalah antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih membuka pintu diplomasi kepada Iran.

        Baca Juga: Diungkap Eks Menteri, Motor Upaya Pemakzulan Gibran Rakabuming Berada di Koalisi Prabowo

        "Kesepakatan itu sudah di ambang pintu, berkaitan dengan Selat Hormuz. Juga, pada akhirnya, denuklirisasi Iran," kata Trump, dikutip Senin (3/8/2026).

        Namun Trump mengatakan upaya mencapai kesepakatan tersebut bukan tanpa kendala karena masih terdapat perbedaan pandangan di internal pemerintahan dari Iran.

        Menurutnya, ada kelompok yang ingin segera mencapai kesepakatan, namun ada pula pihak yang belum sepakat dengan langkah tersebut.

        "Ketika saya mendengar itu, saya berkata, 'baiklah, kami ingin pergi dan melakukan ini.' Ada sekelompok orang yang ingin langsung melakukannya. Dan ada kelompok orang lain yang tidak ingin saya melakukannya," ujarnya.

        Adapun Trump juga mengatakan bahwa upaya mencapai kesepakatan ini didukung oleh Arab Saudi. Riyadh menurutnya lebih menginginkan penyelesaian melalui perundingan dibandingkan aksi militer karena khawatir perang akan memicu dampak kemanusiaan dan keamanan yang lebih luas.

        "Kami jauh lebih memilih kesepakatan daripada serangan karena Anda tidak tahu ke mana serangan-serangan ini akan mengarah," kata Trump.

        Trump menambahkan bahwa perang berpotensi memicu gelombang pengungsian besar ke negara-negara tetangga, termasuk Arab Saudi.

        "Maksudku, akankah mereka dibanjiri orang yang berbondong-bondong masuk ke negara mereka? Sebuah bencana. Ada banyak hal buruk yang bisa terjadi," tutur Trump.

        Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyiapkan kekuatan militer dalam tingkat kesiapan yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II. Hal itu dilakukannya untuk menghadapi Iran.

        Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan bahwa pihaknya masih siap melaksanakan serangan besar-besaran ke Iran. Meski demikian, hal tersebut masih menunggu keputusan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

        Baca Juga: Jokowi: Kalau Bisa Diselesaikan Sendiri, Selesaikan...Jangan Sedikit-sedikit ke Solo

        "Fakta. @DeptofWar siap beraksi — dan tetap siap — pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II," ungkap Hegseth.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: