Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya: Anggaran MBG Tembus Rp 101,1 Triliun, Sudah Jangkau 63,13 Juta Penerima

        Purbaya: Anggaran MBG Tembus Rp 101,1 Triliun, Sudah Jangkau 63,13 Juta Penerima Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 101,1 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Dana tersebut telah disalurkan kepada 63,13 juta penerima manfaat.

        Purbaya mengatakan pelaksanaan MBG menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan belanja pemerintah pusat sepanjang semester pertama tahun ini.

        "Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk Program MBG yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat," ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

        Selain MBG, pemerintah juga merealisasikan anggaran Rp 13,1 triliun untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Program tersebut menjadi bagian dari prioritas nasional di sektor pendidikan.

        Purbaya menjelaskan realisasi belanja negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp 1.656 triliun. Angka tersebut tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen secara tahunan. Kenaikan itu dipengaruhi pelaksanaan MBG, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13 aparatur negara, manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik.

        Di sisi lain, pemerintah tetap mengoptimalkan APBN untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai shock absorber, agent of development, dan protecting the poor. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat perlindungan sosial.

        Sebagai shock absorber, pemerintah telah merealisasikan subsidi sebesar Rp 116 triliun dan kompensasi Rp 116,9 triliun. Anggaran itu digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas harga dan pasokan energi maupun pangan.

        Sementara itu, program perlindungan sosial juga terus berjalan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP). Hingga akhir Juni 2026, realisasi anggaran masing-masing program mencapai Rp 14,5 triliun, Rp 19,7 triliun, dan Rp 8,8 triliun.

        Baca Juga: Baru 6 Bulan, Program MBG Prioritas Prabowo Sudah Habiskan Rp101,1 Triliun APBN

        Purbaya menambahkan pemerintah turut menyalurkan berbagai stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Stimulus tersebut meliputi insentif perpajakan bagi pelaku usaha, diskon transportasi saat libur Lebaran dan libur sekolah, serta program magang dan vokasi.

        Dari sisi fiskal, pendapatan negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan. Sementara realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp 452 triliun atau naik 59,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: