Tak Hanya Hama, Daun Bougenville Keriting Bisa Disebabkan Kekurangan Pupuk Ini
Kredit Foto: Unsplash/ AJOY DAS
Daun bougenville atau bunga kertas yang tiba-tiba mengeriting sering kali membuat pemilik tanaman panik. Banyak yang langsung menganggap penyebabnya adalah serangan hama, padahal kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan organisme pengganggu tanaman. Daun keriting juga bisa menjadi tanda tanaman mengalami kekurangan unsur hara mikro, terutama Boron.
Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan daun bougenville mengeriting. Serangan hama seperti ulat bougenville (bougainvillea looper), kutu daun, tungau atau laba-laba kecil, hingga thrips merupakan penyebab yang paling sering dijumpai. Hama-hama tersebut mengisap cairan daun atau memakan jaringan tanaman sehingga bentuk daun menjadi rusak dan melengkung.
Selain hama, kurangnya paparan sinar matahari juga dapat memicu daun tumbuh tidak normal. Bougenville merupakan tanaman yang membutuhkan cahaya matahari penuh untuk berfotosintesis. Jika terlalu lama ditempatkan di area yang teduh, pertumbuhan tunas dan daun baru dapat terganggu sehingga daun tampak mengeriting.
Faktor penyiraman juga tidak boleh diabaikan. Media tanam yang terlalu kering dapat membuat tanaman mengalami stres sehingga daun berkerut dan menggulung. Sebaliknya, penyiraman berlebihan menyebabkan media terlalu basah dan meningkatkan risiko akar membusuk, yang pada akhirnya menghambat penyerapan air dan nutrisi.
Namun, penyebab yang sering luput dari perhatian adalah kekurangan unsur hara, khususnya Boron. Padahal, unsur mikro ini memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan tanaman.
Boron merupakan salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sangat sedikit. Meski demikian, perannya sangat besar dalam mendukung pertumbuhan, mulai dari pembentukan jaringan baru hingga membantu proses pembungaan, pembentukan buah, dan biji.
Berbeda dengan beberapa unsur hara lain, kekurangan Boron tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Unsur ini berfungsi membantu memperlancar distribusi hasil fotosintesis ke seluruh bagian tanaman sehingga energi yang dihasilkan daun dapat dimanfaatkan secara optimal. Boron juga mendukung kerja Kalium (K), terutama pada fase awal pembungaan dan pembentukan buah.
Ketika tanaman kekurangan Boron, gejalanya biasanya pertama kali muncul pada daun-daun muda. Daun menjadi keriting, berwarna lebih gelap, teksturnya lebih tebal, mudah patah, sementara batang tumbuh pendek dan tanaman tampak kerdil. Gejala tersebut kerap disalahartikan sebagai akibat serangan hama sehingga penanganannya menjadi kurang tepat.
Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan Boron yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakteristik dinding sel dan tingkat sensitivitas masing-masing tanaman terhadap defisiensi unsur tersebut. Karena itu, pemberian Boron perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar keseimbangan unsur hara tetap terjaga dan produktivitas tidak menurun hanya karena kekurangan satu unsur mikro.
Selain menjaga kecukupan unsur mikro, pemilihan pupuk juga menjadi faktor penting agar bougenville rajin berbunga.
Untuk merangsang pembentukan bunga, tanaman membutuhkan pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tinggi. Kedua unsur tersebut berperan dalam pembentukan kuncup bunga sekaligus membantu bunga tidak mudah rontok.
Baca Juga: Termasuk Stres Air, Ini 8 Cara Merangsang Bougenville Agar Berbunga Lebat
Pupuk NPK 16-16-16 dapat diberikan sekitar satu kali setiap bulan untuk menjaga keseimbangan nutrisi tanaman. Selanjutnya, ketika memasuki fase pembungaan, pemberian pupuk berkandungan Fosfor dan Kalium tinggi seperti MKP dapat membantu merangsang keluarnya bunga lebih banyak.
Sebaliknya, penggunaan pupuk dengan kandungan Nitrogen yang terlalu tinggi, seperti urea atau pupuk kandang dalam jumlah berlebihan, sebaiknya dibatasi. Nitrogen memang membuat daun tumbuh subur dan hijau, tetapi jika berlebihan justru mendorong pertumbuhan daun daripada bunga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: