Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Termasuk Stres Air, Ini 8 Cara Merangsang Bougenville Agar Berbunga Lebat

Termasuk Stres Air, Ini 8 Cara Merangsang Bougenville Agar Berbunga Lebat Kredit Foto: Pexels/Carolina
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bougenville atau bunga kertas menjadi salah satu tanaman hias favorit karena tampilannya yang semarak dengan bunga berwarna-warni. Tanaman ini juga dikenal mudah tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Meski demikian, tidak sedikit pemilik bougenville yang menghadapi masalah tanaman hanya tumbuh rimbun dengan daun, tetapi sulit mengeluarkan bunga. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi pola perawatan yang kurang tepat.

Agar bougenville berbunga lebat, perawatan tidak hanya bergantung pada penyiraman. Pengaturan paparan sinar matahari, pemangkasan, hingga pemupukan juga berperan penting dalam merangsang pembentukan bunga.

Berikut delapan cara yang dapat dilakukan untuk membantu bougenville berbunga lebih lebat.

1. Terapkan Teknik Stres Air

Salah satu cara yang banyak diterapkan adalah teknik stres air atau defisit air. Caranya dengan menghentikan penyiraman selama tiga hingga empat hari hingga media tanam benar-benar kering atau daun mulai tampak layu.

Kondisi tersebut akan memicu tanaman mengalihkan energinya untuk berbunga sebagai mekanisme bertahan hidup. Namun, teknik ini hanya disarankan untuk bougenville yang sudah dewasa dan tidak diterapkan pada bibit muda maupun tanaman yang baru dipindahkan.

Setelah daun mulai layu atau rontok, tanaman dapat dipangkas dan diberi pupuk NPK untuk membantu proses pembungaan.

2. Pastikan Mendapat Sinar Matahari Penuh

Bougenville membutuhkan sinar matahari langsung setidaknya enam hingga delapan jam setiap hari atau sekitar 70-80 persen dari waktu siang.

Kurangnya cahaya membuat tanaman lebih banyak memproduksi daun dibandingkan bunga. Sebaliknya, paparan sinar matahari yang cukup akan membantu menghasilkan bunga yang lebih banyak dengan warna lebih cerah.

Karena itu, sebaiknya letakkan bougenville di area terbuka yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan.

3. Rutin Melakukan Pemangkasan

Pemangkasan menjadi langkah penting untuk merangsang munculnya tunas baru yang nantinya menghasilkan bunga.

Bagian yang perlu dipangkas meliputi cabang yang terlalu rimbun, ranting kering, cabang mati, hingga bekas bunga yang telah layu. Pemangkasan juga membantu tanaman mengalihkan energi dari pertumbuhan daun menuju pembentukan bunga.

Selain meningkatkan produktivitas bunga, langkah ini membuat bentuk tanaman tetap rapi.

4. Gunakan Pupuk Tinggi Fosfor

Pemupukan dengan kandungan fosfor tinggi dapat membantu mempercepat pembentukan bunga.

Pupuk NPK seperti 16-16-16 maupun pupuk khusus pembungaan dengan komposisi tinggi fosfor, misalnya 10-30-20, dapat digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, yakni sekitar satu sendok makan yang dilarutkan dalam lima liter air.

Pemupukan dapat dilakukan sekitar satu kali dalam sebulan. Selain pupuk kimia, kompos juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan media tanam.

5. Gunakan Media Tanam yang Mudah Mengalirkan Air

Bougenville lebih menyukai media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik.

Campuran tanah kebun, pasir, serta kompos atau sekam bakar dapat menjadi pilihan agar air tidak menggenang di sekitar akar. Kondisi media yang terlalu becek berisiko menyebabkan pembusukan akar dan menghambat proses pembungaan.

Media tanam yang tepat juga membantu akar memperoleh oksigen yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

6. Kurangi Penyiraman Saat Kuncup Muncul

Ketika tanaman mulai membentuk kuncup bunga, penyiraman sebaiknya dikurangi sementara selama tiga hingga empat hari.

Langkah ini bertujuan agar kuncup berkembang dan mekar dengan baik. Penyiraman yang terlalu sering pada fase tersebut justru dapat menyebabkan kuncup rontok atau gagal berkembang.

Setelah bunga mekar sempurna, penyiraman dapat dilakukan kembali seperti biasa.

7. Hindari Pupuk dengan Nitrogen Berlebih

Nitrogen memang penting untuk pertumbuhan tanaman, tetapi pemberian dalam jumlah berlebihan membuat bougenville lebih banyak menghasilkan daun.

Jika tanaman tampak sangat rimbun namun tidak berbunga, sebaiknya kurangi pupuk tinggi nitrogen dan beralih ke pupuk dengan kandungan fosfor serta kalium yang lebih tinggi.

Komposisi nutrisi yang seimbang membantu tanaman mengarahkan energinya untuk menghasilkan bunga.

Baca Juga: Miliarder AI Korsel Harus Bayar Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri Usai Perselingkuhan Terbongkari

8. Lakukan Pemangkasan Berat Secara Berkala

Selain pemangkasan rutin, bougenville juga dapat dipangkas lebih berat setelah masa berbunga utama selesai.

Teknik ini dilakukan dengan memangkas tanaman hingga menyisakan sekitar 30-40 persen dari ukuran semula. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan cabang baru yang memiliki potensi menghasilkan bunga lebih banyak pada musim berikutnya.

Pemangkasan berat juga membantu meremajakan tanaman, menjaga bentuknya tetap kompak, sekaligus mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: