Personel Sheila On 7 Blak-blakan Tolak Podcast, Singgung Utang Budi yang Tak Terlupakan
Kredit Foto: Instagram/erosscandra
Di tengah maraknya musisi yang berlomba-lomba tampil di berbagai podcast, gitaris Sheila On 7, Eross Candra, justru mengambil jalan berbeda.
Personel band asal Yogyakarta itu mengungkap alasan mengapa Sheila On 7 terbilang jarang muncul dalam konten podcast, meski format tersebut kini menjadi salah satu media paling populer di kalangan publik.
Bagi Eross, ada media yang memiliki tempat jauh lebih spesial di hati Sheila On 7, yakni radio. Menurutnya, radio bukan sekadar sarana promosi, tetapi menjadi pihak yang membuka jalan bagi perjalanan karier band yang telah melahirkan banyak lagu hits tersebut.
Eross bahkan mengibaratkan hubungan Sheila On 7 dengan radio layaknya orang tua dan anak. Menurutnya, radio menjadi pihak pertama yang memperkenalkan Sheila On 7 kepada masyarakat luas, jauh sebelum era media digital berkembang seperti sekarang.
Baca Juga: Maroon 5 Bakal Konser di Jakarta Tahun Depan, Berapa Harga Tiketnya?
"Kita kayak anak-anak yang dibukakan pintu sama orang tuanya, ya orang tuanya si radio ini ke dunia yang sangat luas," kata Eross Candra.
Kenangan itu, kata Eross, tidak lepas dari momen ketika lagu Dan mulai meledak di pasaran. Ia mengenang bagaimana satu stasiun radio secara konsisten memutar lagu tersebut hingga akhirnya diikuti banyak radio lain di berbagai daerah.
Dari situlah popularitas Sheila On 7 berkembang pesat dan menjadi titik balik yang mengubah perjalanan karier mereka di industri musik Indonesia.
Eross pun mengaku memiliki rasa "utang budi" yang besar kepada radio. Menurutnya, tanpa dukungan media tersebut, jalan hidupnya bisa saja berubah total.
"Pasti, pasti (utang budi). Mungkin kalau nggak ada radio mungkin saya jadi guru Taekwondo sekarang. Beneran itu, radio bener-bener, cikal bakalnya di situ," ucap Eross.
Sementara itu, soal tren podcast yang kini mendominasi ruang publik, Eross menilai medium tersebut lebih cocok dimanfaatkan oleh generasi yang lebih muda. Menurutnya, setiap generasi memiliki "ombak besar" atau momentum masing-masing dalam berkarya.
Ia juga mengaku tidak memiliki keinginan untuk ikut berebut perhatian di platform digital yang kini banyak diisi talenta-talenta baru.
"Kalau podcast mungkin lebih buat generasi yang di bawah kita kali ya, mereka akan bisa menemukan apa itu ombak besar dari situ. Kalau kita kayak, 'Oke, aku nggak mau selain aku nggak mau terlalu berebut spotlight sama yang muda juga'," jelas dia.
Selain alasan sejarah dan kedekatan emosional dengan radio, Eross mengaku ada faktor pribadi yang membuatnya enggan sering tampil di podcast. Ia merasa bukan sosok yang nyaman berbicara panjang lebar dalam sebuah percakapan.
Menurutnya, tuntutan untuk terus berbicara dan mengulas banyak hal dalam durasi panjang justru menjadi sesuatu yang cukup menguras energi. Karena itu, ia memilih tetap fokus berkarya lewat musik, medium yang selama ini menjadi cara terbaiknya menyampaikan cerita kepada para penggemar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: