Kredit Foto: Ist
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kemunculan kabinet bayangan di Indonesia merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, konsep tersebut umumnya dibentuk oleh pihak oposisi untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
"Kalau saya melihat, biasanya kalau orang menyebut kabinet bayangan itu adalah partai oposisi," kata Fadli Zon dalam acara Bincang Santai di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Fadli menjelaskan, kabinet bayangan atau shadow cabinet lazim diterapkan di negara yang menganut sistem parlementer, seperti Inggris.
Dalam sistem tersebut, partai oposisi membentuk kabinet tandingan untuk mengawasi sekaligus menawarkan alternatif kebijakan kepada pemerintah yang sedang berkuasa.
"Kalau di Inggris misalnya yang berkuasa Partai Buruh, maka yang menjadi shadow government adalah Partai Konservatif. Sebaliknya, kalau yang berkuasa Partai Konservatif, maka yang menjadi shadow government adalah Partai Buruh," ujarnya.
Namun, Fadli menilai konsep kabinet bayangan di Indonesia memiliki karakter yang berbeda karena sistem pemerintahan yang dianut bukan sistem parlementer.
"Nah, saya enggak tahu kalau yang ini sih mungkin pengamat, pengamat bayangan," katanya.
Meski demikian, mantan Wakil Ketua DPR itu menegaskan bahwa keberadaan kabinet bayangan tetap merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
Menurut Fadli, kritik terhadap pemerintah diperlukan selama disampaikan secara tajam, argumentatif, dan didukung dasar yang kuat.
"Tapi ya bagus-bagus saja di dalam demokrasi kita supaya ada kritik. Saya juga dulu tukang kritik, jadi biasa-biasa saja," kata Fadli.
Ia mengaku sebelum menjabat sebagai menteri, dirinya dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Fadli menekankan bahwa perbedaan pandangan dan kritik yang konstruktif merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: