Lewat Sekolah Rakyat, Pemerintah Pastikan Seluruh Anak Bangsa Punya Hak Pendidikan Berkualitas
Kredit Foto: Istimewa
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, di Soreang resmi memasuki tahap operasional dengan dimulainya babak baru bagi 560 siswa di SRT 4 Kabupaten Bandung, baik peserta didik baru maupun siswa lama dari Sekolah Rakyat Rintisan, yang kini siap melangkah mantap memasuki lingkungan sekolah pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
SRT 4 Kabupaten Bandung yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) ini sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak, modern, dan inklusif. Sebelum MPLS dimulai, para siswa telah menjalani proses registrasi sebagai tahapan awal memasuki lingkungan pendidikan berasrama tersebut.
Pembukaan MPLS dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) dan diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Kehadiran pemerintah dalam pembukaan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memastikan Program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan bahwa SRT 4 Kabupaten Bandung merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memastikan seluruh anak bangsa memperoleh hak pendidikan berkualitas tanpa terkecuali.
Melalui fasilitas pendidikan yang lengkap dan sistem pembelajaran berasrama, sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan daya saing generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.
"Kesiapan fisik serta ekosistem pendidikan di Soreang menjadi gambaran positif bagaimana sinergi antarlembaga dapat menghadirkan layanan pendidikan yang layak demi membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas," katanya.
Dudung bersama jajaran Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur pendukung telah siap difungsikan. Bangunan sekolah di setiap jenjang, asrama siswa, rusun tenaga pendidik, hingga fasilitas penunjang seperti ruang makan, kantin, tempat ibadah, dan gedung serba guna disiapkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman dan nyaman.
Suasana hangat penuh semangat mewarnai setiap sudut kawasan pendidikan terpadu ini. Dari total 560 siswa yang terdaftar, jenjang Sekolah Dasar (SD) menampung sebanyak 56 murid, sementara jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diisi oleh 229 siswa. Sementara itu, antusiasme tinggi terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menyambut kedatangan 275 siswa.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan bahwa penyelesaian pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung ini merupakan bentuk kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pendidikan.
"Kami bersyukur pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberikan manfaat nyata. Sekolah ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga mampu membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujar Dian.
SRT 4 Kabupaten Bandung mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu dengan sistem asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Kompleks tersebut terdiri atas gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket. Keseluruhan fasilitas dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang komprehensif sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: