Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia yang disebut mengalami peningkatan signifikan sejak beroperasi sekitar satu tahun terakhir. Prabowo menyebut revenue atau pendapatan Danantara meningkat hingga 400%.
"Dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen saudara-saudara, kurang lebih," ujar Prabowo saat menghadiri peluncuran bukuĀ Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, Prabowo menegaskan angka tersebut masih perlu diverifikasi. Ia meminta agar kinerja dan laporan terkait peningkatan pendapatan Danantara tetap diaudit dan diperiksa.
"Ini terus harus kita audit, harus kita cek. Tapi kalau pun tidak 400 persen, 300 persen atau 200 persen, ini signifikan, ini peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja," katanya.
Prabowo menilai capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah mulai menunjukkan hasil kerja yang nyata. Ia menyebut peningkatan kinerja Danantara sebagai bagian dari sejumlah prestasi pemerintah selama hampir dua tahun masa pemerintahannya.
"Prestasi-prestasi kita real," tegasnya.
Baca Juga: Banyak Kandidat Gubernur BI Masuk Radar Prabowo, Siapa Saja?
Selain Danantara, Prabowo turut menyoroti sejumlah capaian pemerintah di sektor pangan, energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ia mengklaim Indonesia semakin kuat dalam mewujudkan swasembada pangan, sementara pemerintah juga mampu menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia mampu menghadapi berbagai tekanan global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi domestik.
"Kita bisa menjaga BBM yang disubsidi, masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang. Bukan tidak menghadapi kesulitan," ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dasar. Salah satunya melalui pembangunan ribuan jembatan di desa-desa. Ia menyebut jumlah jembatan yang telah dibangun pemerintah saat ini mendekati 2.500 unit.
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan perbaikan puluhan ribu sekolah. Prabowo mengatakan jumlah sekolah yang diperbaiki diperkirakan mencapai lebih dari 70 ribu hingga akhir 2026 dan ditargetkan meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada tahun berikutnya.
"Semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki," kata Prabowo.
Pemerintah juga menargetkan perbaikan seluruh puskesmas yang telah berusia lebih dari 30 tahun dan belum mendapatkan pembaruan.
Prabowo mengatakan berbagai capaian tersebut menjadi alasan dirinya optimistis terhadap kinerja pemerintah. Ia menyebut masa dua tahun pertama pemerintahan sebagai periode evaluasi sekaligus momentum untuk terus meningkatkan kinerja.
"Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia. Kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata," ujarnya.
Khusus kepada jajaran menteri, Prabowo mengingatkan bahwa perjalanan pemerintahan masih panjang sehingga capaian yang telah diraih tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Ia pun menilai kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM sejauh ini berada dalam kategori memuaskan.
"Pak Bahlil, teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: