Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Senator AS Sebut Trump Telah Kalah Perang Lawan Iran

        Senator AS Sebut Trump Telah Kalah Perang Lawan Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Senator Amerika Serikat Chris Murphy menyebut Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Menurutnya, konflik yang terus berlangsung justru membuat AS semakin lemah sementara Iran semakin kuat.

        "Jadi, Donald Trump telah kalah dalam perang ini," kata Murphy dalam wawancara dengan NBC, dikutip Anadolu Agency dan The Independent, Senin (10/8/2026).

        Murphy menilai Trump belum mampu mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik. Ia bahkan memperkirakan Trump akan menerima kesepakatan yang dinilai buruk demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

        Pernyataan tersebut muncul setelah laporan Wall Street Journal menyebut Trump mempertimbangkan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz tanpa menyelesaikan seluruh persoalan nuklir Iran. Langkah itu dinilai dapat menjadi pengakuan bahwa salah satu tujuan utama AS dalam perang belum tercapai.

        Murphy mengatakan biaya untuk mengakhiri konflik semakin besar selama perundingan terus menemui jalan buntu. Ia juga menilai perang berkepanjangan membuat masyarakat AS terdampak akibat kenaikan harga.

        Baca Juga: Informasi Stok Amunisi AS Bocor, Trump Investigasi Cari 'Pengkhianat'

        "Perang ini harus diakhiri karena setiap hari perang terus berlanjut, Amerika menjadi semakin lemah, Iran semakin kuat, dan masyarakat di Amerika Serikat semakin dirugikan akibat harga-harga yang terus melonjak naik," tegas Murphy.

        Murphy menyatakan akan menolak pendanaan untuk melanjutkan perang. Namun, ia mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: