Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Standar Cerdas di Indonesia 'Diubah' Prabowo: Dulu Habibie, Kini Jadi Bahlil Lahadalia

        Standar Cerdas di Indonesia 'Diubah' Prabowo: Dulu Habibie, Kini Jadi Bahlil Lahadalia Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai ukuran kecerdasan seseorang memunculkan perdebatan baru di ruang publik, terlebih hal itu dilakukannya ketika memuji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

        Aktivis Sosial dan Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengatakan bahwa ucapan tersebut sebagai gambaran adanya perubahan standar dalam memandang kecerdasan tokoh di Indonesia. Dulu adalah Eks Presiden RI BJ Habibie.

        Baca Juga: Ditagih Atlet Renang Jabar Soal Bonus Rp30 Juta Belum Cair, Dedi Mulyadi: Saya Gak Tahu Semua Urusan

        “Dulu standar kecerdasan adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang lulus Doktor Summa Cumlaude di Jerman," ujar Said Didu, dikutip Selasa (11/8/2026).

        Menurutnya, Habibie selama ini identik dengan standar kecerdasan yang dikaitkan dengan pencapaian akademik dan keilmuan. Namun Bahlil kini dihadirkan sebagai sosok yang kini dijadikan contoh kecerdasan oleh Prabowo. Ia kemudian melontarkan kritik tajam terhadap latar belakang pendidikan Bahlil.

        “Sekarang, standarnya adalah Bahlil Lahadalia (kata Pak Prabowo). Kampusnya tidak jelas dan ketahuan ngejar doktor lewat jiplakan desertasi,” tuturnya.

        Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai kecerdasan disampaikan ketika menghadiri acara peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

        Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus memberikan pujian kepada Bahlil. Ia mengatakan kemampuan seseorang tidak otomatis ditentukan oleh kualitas atau popularitas lembaga pendidikan tempat orang tersebut belajar.

        “Kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi Pak Bahlil,” tegas Prabowo.

        Prabowo kemudian menyinggung latar belakang pendidikan Bahlil. Menurutnya, institusi pendidikan yang pernah ditempuh seseorang tidak selalu menjadi jaminan mengenai tingkat kecerdasan maupun kemampuan yang dimilikinya.

        Baca Juga: Belum Semua Hal Terungkap Soal Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Akan Bongkar Minggu Ini

        “Saya kira sekolahnya nggak terlalu terkenal Pak Bahlil. Kalau dicari di internet kampusnya udah nggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua,” tutur Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: